Media Aliansi Indonesia Edisi Ke-12

Kabupaten Gunung Mas adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kapuas provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan UU Nomor 5 tahun 2002.

Kabupaten ini secara astronomi terletak pada ± 0° 18’ 00” Lintang Selatan s/d 01° 40’ 30” Lintang Selatan dan ± 113° 01’ 00” Bujur Timur s/d 114° 01’ 00” Bujur Timur. Berpenduduk sebanyak 96.990 jiwa (sensus 2010).

Luas wilayah kabupaten Gunung Mas adalah 10.804 km² dan merupakan kabupaten terluas keenam dari 14 kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah (7,04% dari luas Provinsi Kalimantan Tengah). Luas wilayah tersebut terdiri atas kawasan hutan belantara; kawasan pemukiman; sungai, danau dan rawa; daerah pertanian (sawah, ladang dan kebun).
Wilayah Gunung Mas termasuk dataran tinggi yang memiliki potensi untuk dijadikan daerah perkebunan.

Daerah utara merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian antara ± 100-500 meter dari permukaan air laut dan mempunyai tingkat kemiringan ± 8-15° serta mempunyai daerah pegunungan dengan tingkat kemiringan ± 15-25°. Pada daerah tersebut terdapat pegunungan Muller dan pegunungan Schwaner dengan puncak tertinggi (Bukit Raya) mencapai 2.278 meter dari permukaan laut.

Bagian selatan terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa yang sering mengalami banjir pada musim hujan. Kabupaten Gunung Mas juga memiliki wilayah perairan yang meliputi danau, rawa-rawa dan terdapat 4 jalur sungai yang melintasi wilayah ini, yaitu; Sungai Manuhing dengan panjang ± 28,75 km; Sungai Rungan dengan panjang ± 86,25 km; Sungai Kahayan dengan panjang ± 600 km; Sungai Miri.

Jumlah penduduk Kabupaten Gunung Mas berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010 sekitar 96.838 jiwa dengan klasifikasi 51.385 laki-laki dan 45.453 perempuan. Dan untuk tahun 2017 ini diperkirakan sudah mencapai 150.000jiwa.

Sebagai kabupaten pemekaran serta kondisi geografis seperti itu serta dengan tingkat sebaran penduduk yang relatif merata di 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Gunung Mas, sudah tentu Kabupaten tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Pusat.

Harapan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Gunung Mas, Drs. Arton S. Dohong, saat berkunjung ke Rumah Rakyat Aliansi Indonesia, Rabu (27/8/2017).

Arton yang datang didampingi Kepala Dinas PU Kabupaten Gunung Mas, Camvili, Ketua Appindo serta jajaran staf/pejabat di Gunung Mas lainnya memaparkan kondisi Kabupaten Gunung Mas, serta harapan-harapannya terkait daerah yang dia pimpin.

“Daerah kami ini cukup berpotensi dalam sumber daya alam, tidak bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena banyak sekali kendala yang dialami oleh pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Gunungmas. Kendalanya yaitu terkait dengan ketersediaan infrastruktur jalan dan jembatan,” paparnya.

Anton mengatakan, sampai sekarang di Gunung Mas ada sekitar 739 KM jalan yang ditangani melalui dana kabupaten, dan baru sekitar 100 km yang sudah beraspal dan mantap, selebihnya merupakan jalan tanah yang tidak layak.

Terkait dengan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK), Arton memiliki harapan tersendiri, di mana dia berharap parameter yang digunakan untuk menetapkan DAU dan DAK, untuk standar penilaiannya tidak hanya bertumpu pada jumlah penduduk, karena setiap daerah memiliki –karakter tersendiri khususnya di Kabupaten Gunung Mas.

Berikut adalah petikan pernyataan Arton dalam wawancara dengan Media Aliansi Indonesia:
“Kabupaten Gunung Mas sendiri memiliki luas wilayah 10.804 km2, jadi dengan luas wilayah seperti itu, sementara jumlah penduduk baru sekitar 150.000 jiwa dan terpencar di lima das (daerah aliran sungai – red) besar untuk Kabupaten Gunung Mas. Sehingga ini mengakibatkan begitu besarnya biaya untuk pembangunan infrastruktur.

Dengan demikian pula pemerintah daerah harus ekstra untuk membangun struktur, untuk menjangkau saudara-saudara kita yang ada di pedalaman, karena pada dasarnya setiap warga negara berhak untuk memperoleh pelayanan dari pemerintah. Inilah yang merupakan hal berat bagi pemerintah Kabupaten Gunungmas dengan begitu besar dana yang kita butuhkan untuk membangun daerah ini tentunya mengharap banyak dukungan dari Pemerintah Pusat.

Apabila masih standar kita untuk menetapkan besaran DAU itu berdasarkan jumlah penduduk maka saya kira Kabupaten Gunungmas tidak akan berkembang. Sementara dari hasil pendapatan daerah kita semakin berkurang sumber-sumbernya. Sebagian besar diambil alih ditarik berdasarkan UU ditarik ke pusat dan provinsi.

Begitu juga dengan DAK, sampai saat ini kita masih tidak bisa mengharap begitu besar dari DAK ini. Oleh sebab itu mudah-mudahan pemerintah bisa mengubah kebijakan tolok ukur pengalokasian dana DAK maupun DAU, supaya tidak hanya berdasarkan jumlah penduduk tetapi juga harus bedasarkan luas wilayah dan tingkat kesulitan di daerah.”

Perhatian khusus dari Presiden RI dan Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Gunung Mas – lah , yang menurut Anton, akan bisa mempercepat daerah yang dia pimpin mengejar ketertinggalan. Arton juga berharap Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, untuk berkunjung ke daerahnya.

“Kami, atas nama Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, dan atas nama segenap masyarakat Gunung Mas, sangat berharap Bapak Presiden, Bapak Joko Widodo, berkenan mengunjungi daerah kami. Kecintaan masyarakat kami terhadap Bapak Presiden itu luar biasa, kami sangat rindu bisa berjumpa langsung dengan Bapak Presiden,” pungkas Arton.

Populer
6
Sabtu, 21 Sep 2019  14:42