Ketua Umum AI: Sukseskan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI

Ketua Umum AI: Sukseskan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI
Minggu, 13 Okt 2019  00:47   |   Dibaca: 1,292

Ketua Umum Aliansi Indonesia (AI) H. Djoni Lubis menegaskan, suksesnya pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 20 Oktober 2019 mendatang merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Selama pilpres beserta tahapan-tahapannya silakan berbeda pendapat, silakan mengunggulkan pilihannya masing-masing. Namun ketika sudah ada keputusan yang final dan mengikat, semua warga negara tidak boleh lagi menghalang-halangi tahapan selanjutnya yaitu pelantikan," kata H. Djoni Lubis saat menyampaikan arahan berupa ajakan untuk menyuskseskan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Ri, di kompleks Rumah Rakyat AI.

Visi AI, kata H. Djoni Lubis, adalah mendukung pemerintahan yang sah. 

"Siapapun yang mengganggu pemerintahan yang sah beserta program-program kerjanya, merongrong kewibawaan pemerintah, akan berhadapan dengan Aiansi Indonesia," tegasnya.

Menurutnya AI tidak ada urusan dengan politik, dalam konteks politik praktis. Namun setiap anggota AI harus mengerti politik dan konsisten melaksanakan politik kebangsaan dan kenegaraan, yaitu meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Dalam kesempatan itu Ketua Umum AI juga menegaskan untuk Stop dan CEGAH HOAX.

"HOAX sangat merusak. Merusak pola pikir, mempengaruhi perilaku yang efeknya lebih lanjut bisa menyebabkan instabilitas, mengancam keamanan dan pertahanan negara. Wajib dicegah," kata dia.

Ajakan Ketua Umum AI itu selengkapnya sebagai berikut:

Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia mengajak seluruh anggota dan pengurus baik tingkat DPP, DPD, DPC, DPAC dan DEPIRA serta masyarakat luas untuk:

1. Mari sukseskan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI yang telah terpilih secara sah berdasarkan keputusan KPU dan
Mahkamah Konstitusi;

2. Selalu cermat dan teliti terhadap setiap berita yang beredar, abaikan berita bohong (HOAX) maupun ajakan untuk bertindak inkonstitusional;

3. Tingkatkan kewaspadaan dimulai dari lingkungan terkecil, keluarga, RT, RW, Desa/Kelurahan dan seterusnya. Segera laporkan kepada instansi yang berwenang jika mendapati adanya gerakan yang
terindikasi mengancam ketertiban dan keamanan;

4. Menegur atau mengingatkan keluarga, teman, maupun masyarakat lainnya jika terdapati menyebarkan HOAX maupun
provokasi.

TTD
H. DJONI LUBIS

Berita Terkait
Populer
6
Sabtu, 21 Sep 2019  14:42