Dugaan Pencemaran Lingkungan Hidup Oleh PT. Pusri Palembang Ditindaklanjuti di Tingkat Pusat

Dugaan Pencemaran Lingkungan Hidup Oleh PT. Pusri Palembang Ditindaklanjuti di Tingkat Pusat
Senin, 07 Okt 2019  13:57   |   Dibaca: 1,778

Ketua Umum Aliansi Indonesia H. Djoni Lubis menginstruksikan agar kasus dugaan pencemaran linkungan hidup oleh PT. Pusri Palembang (Pusri) untuk ditindaklanjuti di tingkat pusat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum AI usai menerima laporan pelimpahan dari Media AI ke Lembaga AI mengingat Pusri belum menunjukkan keseriusan dalam penanganan masalah tersebut.

Indikasi belum seriusnya Pusri tersebut terlihat dari orang-orang yang terjun menyelesaikan masalah tersebut diduga bukan dari jajaran manajemen yang berwenang mengambil keputusan serta melibatkan unsur eksternal yang tidak berkepentingan langsung.

Awak media AI yang melakukan investigasi dan liputan telah menyerahkan dokumen-dokumen terkait masalah itu ke Media AI pusat dan dari Media AI telah dilaporkan ke Ketua Umum AI, karena diperkirakan tidak akan ada penyelesaian yang mendasar dari cara penanganan masalah tersebut, sehingga harus dilanjutkan ke tingkat atas (Kementerian).

Diberitakan sebelumnya, Media Aliansi Indonesia (Media AI) melakukan investigasi langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan warga RT 25 RW 7, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) yang lingkungannya tercemar dan diduga pencemaran itu berasal dari pembuangan limbah (B3) PT. Pupuk Sriwijaya Palembang (Pusri).

Di lokasi selain menemui warga dan pengurus lingkungan setempat, Media AI juga mendokumentasikan tempat yang tercemar tersebut baik dengan foto maupun video.

Menurut keterangan warga, pencemaran lingkungan tersebut telah terjadi sekitar satu bulan, yang secara fisik indikasi itu terlihat dari tempat yang awalnya kering kemudian ada airnya yang berwarna hitam. Begitu juga dengan kolam yang semula airnya jernih berubah menjadi hitam pekat. Dampak lebih jauh dari dugaan pencemaran itu ialah ikan-ikan yang mati dan pohon pisang yang menjadi kering dan mati.

Sampai berita ini dirilis, belum ada klarifikasi atau tanggapan dari pihak PT. Pusri, meski email permintaan tanggapan/klarifikasi telah dikirimkan ke alamat email Humas Pusri. Begitupun dengan orang-orang yang dikabarkan sebagai staf Pusri, tidak satupun yang kooperatif dalam memberikan keterangan, bahkan terkesan menghalang-halangi Media AI untuk mendapat klarifikasi langsung dari manajemen Pusri.

Media AI selanjutnya meneruskan hasil liputan ini ke Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) dan rencananya LAI akan menerjunkan tim untuk cek laboratorium berdasarkan sampel air dari lokasi.

Berita Terkait
Populer
6
Sabtu, 21 Sep 2019  14:42