Ketua Umum AI: BJ Habibie Adalah Sumber Inspirasi Sekaligus Teladan

Ketua Umum AI: BJ Habibie Adalah Sumber Inspirasi Sekaligus Teladan
Kamis, 12 Sep 2019  17:39   |   Dibaca: 545

Ketua Umum Aliansi Indonesia (AI) H. Djoni Lubis menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Presiden RI ke-3 Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng (BJ Habibie) pada hari Rabu (11/09/2019) pukul 18:05 WIB kemarin, dan telah dimakamkan hari ini Kamis (12/09/2019) di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Indonesia, kata H. Djoni Lubis, kehilangan salah satu putera terbaik Republik Indonesia.

"Beliau adalah sumber inspirasi sekaligus teladan bagi kita semua, bangsa Indonesia," ujarnya.

Menurut Ketua Umum AI, BJ Habibie merupakan sosok pejuang yang sangat visioner.

"Bagaimana sejarah beliau dulu belajar ke Jerman dengan biaya sendiri, dan hidup prihatin selama belajar di sana. Itu sebuah perjuangan yang luar biasa. Apa yang beliau raih bukanlah hasil dari sesuatu yang instan, tapi dari perjuangan, kerja keras, pengorbanan dan tentu saja kecerdasan serta visi yang jauh ke depan, jauh melampau jamannya, khususnya bagi bangsa Indonesia," imbuhnya.

Karya monumental BJ Habibie di antaranya adalah Pesawat N250, rancangan terakhir Presiden Ke-3 itu saat memimpin PT Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN), yang kini berganti nama PT Dirgantara Indonesia,

Sayangnya pesawat N250 tersebut terpaksa dihentikan pengembangannya sebagai konsekuensi dari sebuah butir kesepakatan dengan IMF.

"Seandainya pesawat N250 tidak dihentikan, rute-rute yang membutuhkan pesawat kelas ATR tentu akan dipenuhi dengan pesawat rancangan bangsa Indonesia sendiri," kata Ketua Umum AI.

Pesawat N250 itu, menurut H. Djoni Lubis, merupakan salah satu bukti betapa BJ Habibie memiliki visi yang jauh ke depan.

Hal lain yang sangat pantas diteladani dari sosok BJ Habibie adalah sikapnya setelah tidak lagi menjadi Presiden RI. BJ Habibie memutuskan menjauhkan diri dari dunia politik dan kekuasaan, yang dijalani dengan sangat konsisten. 

"Beliau sosok yang tidak terkena Post-Power Syndrome. Beliau sangat konsisten untuk tidak tergoda kembali ke dunia politik dan perebutan kekuasaan. Namun beliau tetap berbuat untuk bangsa dan negara Indonesia. Kecintaan beliau terhadap bangsa dan Negara Republik Indonesia tak perlu sedikitpun diragukan," tegas H. Djoni Lubis.

Sebagaimana diketahui, ketika era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia kembali aktif sebagai penasihat presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia lewat organisasi yang didirikannya Habibie Center dan akhirnya menetap dan berdomisili di Indonesia.

Kontribusi besar Habibie bagi bangsa ini pun tetap tercurahkan ketika masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Habibie aktif memberikan masukan dan gagasan pembangunan bagi pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Kesibukan lain dari B. J. Habibie adalah mengurusi industri pesawat terbang yang sedang dikembangkannya di Batam. Habibie menjabat sebagai Komisaris Utama dari PT. Regio Aviasi Industri, sebuah perusahaan perancang pesawat terbang R-80 dan kemudian menyerahkan pucuk pimpinan perusahaan tersebut kepada anaknya, Ilham Habibie.

"Mari kita semua berdoa, agar Bapak BJ Habibie, salah satu putera terbaik bangsa Indonesia, diterima semua amal kebaikannya oleh Tuhan Yang Maha Esa, diampuni kesalahan-kesalahan beliau selama masih hidup, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amiin ya rabbal alamin," kata Ketua Umum AI.

H. Djoni Lubis juga berharap, bangsa Indonesia terutama generasi muda untuk menjadikan BJ Habibie sebagai sumber inspirasi dan teladan.

Berita Terkait
Populer