Sukoharjo Tahun Depan, Presiden Jokowi Targetkan Sertifikasi Tanah di Jateng Selesai 2024

Sukoharjo Tahun Depan, Presiden Jokowi Targetkan Sertifikasi Tanah di Jateng Selesai 2024
Jumat, 06 Sep 2019  21:23   |   Dibaca: 916

Dari 21 juta bidang tanah yang ada di seluruh Jawa Tengah (Jateng), sebanyak 12 juta bidang sudah mendapatkan sertifikat hak atas tanah. Sisa yang 9 juta lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan akan selesai semuanya pada 2024.

“Di Provinsi Jawa Tengah 21 juta yang harusnya bersertifikat, tapi sampai sekarang baru 12 juta. Dadi tasih kirang pinten niku? 9 juta, tapi insyaallah nanti 2024 rampung semuanya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada penyerahan 3000 sertifikat hak atas tanah kepada warga di GOR Pandawa, Sukoharjo,Jawa Tengah, Jumat (6/9) siang.

Menurut Presiden, di Kabupaten Sukoharjo justru mendahului. Ia berharap semua bidang tanah sudah di Sukoharjo sudah memiliki sertifikat pada tahun 2020 mendatang.

Presiden menegaskan, pemilikan sertifikat hak atas tanah itu penting karena dari kunjungannya ke berbagai daerah ia menerima laporan banyaknya konflik lahan, sengketa tanah yang tidak ada habisnya.

“Ada tetangga dengan tetangga, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan. Tidak hanya di Jawa di luar Jawa sama saja, Sumatra, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Papua, Bali, NTT, NTB, semuanya urusan sengketa tanah. Karena 80 juta belum bersertifikat,” ungkap Presiden Jokowi.

Untuk itulah, sejak 2015 Presiden mengaku telah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar mempercepat proses penerbitan sertifikat, yang sebelumnya hanya sekitar 500 ribuan per tahun.

Kepala Negara bersyukur karena setelah tahun 2017 mampu menerbitkan 5,3 juta sertifikat, tahun 2018 menjadi 7 juta sertifikat, tahun ini diperkirakan akan bisa diterbitkan 9 juta sertifikat.

“Terima kasih Pak Kanwil BPN kantor BPND Kabupaten Sukoharjo dan yang lainnya, kerja pagi siang malam saya tahu. Tapi memang seperti itulah melayani masyarakat. Harus cepat, harus segera, harus cak cek cak cek,” ucap Presiden Jokowi.

Kepada warga yang sudah memperoleh sertifikat, Presiden Jokowi berpesan agar segera difoto copi. Yang asli disimpan di lemari satu, yang foto copi di lemari lain. “Kalau ini hilang yang asli masih punya fotokopi ngurus ke kantor BPN gampang,” tuturnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Jalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin.

Berita Terkait
Populer