Menteri PPPA RI Kunjungi SMP N 1 Tanimbar Selatan

Menteri PPPA RI Kunjungi SMP N 1 Tanimbar Selatan
Kamis, 29 Ags 2019  09:39   |   Dibaca: 828

Saumlaki, Media AI KKT -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA, bersama rombongan mengunjungi SMP Negeri 1 Tansel untuk mengikuti kegiatan pencanangan sekolah ramah anak. Sebelumnya Ibu Menteri PPPA mengunjungi beberapa sekolah di kota Saumlaki dan sekolah yang terakhir dikunjungi adalah Sekolah SMP Negeri 1 Tansel Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

" Pada sekolah SMP Negeri 1 jumlah tenaga guru sebanyak 38 orang sedangkan untuk tenaga guru pria terdapat dua orang, sungguh luar biasa sekolah ini dan saya berterima kasih kepada kaum perempuan yang telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan." kata Bupati Petrus Fatlolon, SH, MH.

Jadi tidaklah berkelebihan jika Kadis pendidikan memberikan perhatian lebih kepada kaum perempuan yang berprofesi sebagai guru. Konsekwensi dari pencanangan sekolah ramah anak bagi pemerintah daerah adalah sebuah komitmen untuk mewujudkan sekolah yang ramah anak dengan berbagai kriteria - kriteria yang harus diwujudkan di sekolah - sekolah Paud, SD, SMP dan SMU. Pada kesempatan tersebut Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon melaporkan bahwa anggara untuk tahun 2019 adalah 20 persen untuk anggaran pendidikan sudah dicapai.

Oleh karena itu seluruh fasilitas dalam mewujudkan kriteria sekolah ramah anak seluruh fasilitas akan di siapkan. Dengan memiliki perpustakaan yang memadai, ada kantin yang layak bagi anak - anak, demikian sekolah dan lingkungannya dijadikan istana bagi anak - anak. Oleh karena itu kedepannya kita akan memberikan afirmasi kebijakan khusus dibidang pendidikan.

" Tercatat selama kami menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ibu menteri adalah menteri ke tiga yang datang di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, demikian kami menitip Kabupaten Kepulauan Tanimbar kepada Ibu Menteri ketika kembali ke Jakarta jangan lupa tanah Tanimbar, bumi duan lolat yang adalah saudara kandung Ibu menteri, saudara kandung orang Maluku dengan Papua." ujar Bupati Petrus Fatlolon.

"Saat ini sekolah SMP Negeri 1 Tanimbar Selatan kita mau mencanangkan menjadi sekolah ramah anak, jadi belum dikatakan ramah anak, karena ada indikator - indikator yang belum diimplementasikan oleh sekolah ini sebentar saya akan deklarasikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar menuju Kabupaten layak anakanak." jelas Menteri PPPA Yohana Susana Yembise.

Ada 24 indikator yang harua dilaksanakan oleh Bupati dan OPD - OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, seluruh masyarakat untuk mendukung Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi Kabupaten layak anak. Salah satu indikatornya adalah sekolah ramah anak yang sekarang ini akan dicanangkan menjadi model untuk sekolah - sekolah lain yang ada dikepulauan Tanimbar. Selain sekolah ramah anak ada juga puskesmas ramah anak itulah salah satu yang harus diperhatikan. Pemberdayaan perempuan dengan tetap mendukung sekolah ramah anak dan puskesmas - puskesmas ramah anak serta semua tempat harus menjadi ramah anak.

Jadi bukan hanya sekolah dan puskesmas saja yang menjadi fokus namun harus ada juga pasar - pasar yang ramah anak, publik yang ramah anak, tempat bermain anak - anak dan tempat lainnya. Ini merupakan tugas yang berat dan belum ada Kabupaten kota di Indonesia yang dinyatakan sebagai ramah anak. Ada evaluasi yang dilakukan setiap tahun olwh kementrian untuk bisa mendapat penghargaan setiap tahun. Kriteria yang harus ditempuh yaitu penghargaan pratama, madya, nindya, menjadi utama baru bisa dikatakan ramah anak. (IS)

Berita Terkait
Populer
3
Sabtu, 21 Sep 2019  14:42