CSR, Membangun Negara Tanpa Menggunakan Uang Negara

CSR, Membangun Negara Tanpa Menggunakan Uang Negara
Senin, 22 Jul 2019  10:56   |   Dibaca: 4,456

Tema besar Negara Republik Indonesia 5 (lima) tahun ke depan di antaranya adalah Pembangunan Infrastruktur, Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pembangunan (teknologi) Pertanian.

Tema besar Aliansi Indonesia adalah "Membangun Negara Tanpa Menggunakan Uang Negara". Bagaimana caranya? Di antaranya melalui pengawasan program CSR (Corporate Social Responsibility - Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tepat guna, di mana selama ini CSR diduga kuat mengalir bukan pada tempat yang semestinya, mengalir ke kantong-kantong pribadi oknum pejabat pemerintahan tingkat pusat maupun daerah.

Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) H. Djoni Lubis menegaskan, tema besar Aliansi Indonesia akan menjadi elemen sangat penting dalam menopang tema besar Negara Republik Indonesia. Karena CSR, di mana seharusnya bisa dipergunakan untuk membangun negara, baik itu di bidang kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan dan pengembangan SDM, dan sebagainya, terindikasi kuat tidak tersalurkan dan dipergunakan sebagaimana mestinya.

"CSR jika tertangani lebih baik, akan sangat membantu negara bisa lebih fokus pada pembangunan-pembangunan yang di luar jangkauan penyaluran CSR, sehingga dengan sendirinya membantu mengurangi beban anggaran negara baik melalui APBN maupun APBD," kata H. Djoni Lubis. 

Namun pada kenyataannya, menurut H. Djoni Lubis, CSR sebagian besar menguap entah kemana. Sehingga menjadi ironi ketika suatu daerah atau kawasan banyak terdapat -perusahaan-perusahaan besar, namun masyarakat di lingkungan sekitarnya masih tertinggal, fasilitas-fasilitas umum masih minim.

"Ke depan, hal seperti itu tidak boleh terjadi," tegasnya.

Akan Ketinggalan

Karena "Membangun Negara Tanpa Menggunakan Uang Negara" itu sudah dicanangkan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), H. Djoni Lubis mengatakan bahwa semua anggota dan pengurus di daerah harus bisa mengikuti dan menyesuaikan diri.

"Perkembangan sangat dinamis, dari hari ke hari selalu ada sesuatu yang baru, sehingga jika anggota dan pengurus terutama yang di daerah tidak rajin koordinasi dan konsultasi ke pusat, pasti akan ketingalan. Aliansi Indonesia sudah melesat maju sempai jauh, sementara masih banyak anggota dan pengurus yang tertinggal berputar-putar di masalah yang itu-itu saja. Sangat disayangkan jika sampai terjadi seperti itu," kata dia.

Potensi Aliansi Indonesia di seluruh tanah air luar biasa besar, namun selama ini seperti tertidur, sehingga harus dibangunkan agar benar-benar berdaya guna bagi bangsa dan negara melalui wilayahnya masing-masing.

Ketua Umum AI itu juga menghimbau agar pengurus AI di mana pun untuk tidak cepat berpuas diri, serta terlena berada di zona nyaman. Padahal zona nyaman tersebut hanya berkutat di permasalahan yang sama tanpa upaya untuk pengembangan dan peningkatan peran.

"Yang masih seperti itu pasti akan ketinggalan. Seleksi alam akan bicara dengan sendirinya," pungkasnya.

Berita Terkait
Populer