PWO IN Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan Di Bandung Oleh Oknum Polisi

PWO IN Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan Di Bandung Oleh Oknum Polisi
Jumat, 03 Mei 2019  10:06   |   Dibaca: 578

Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWO IN) mengecam keras kekerasan terhadap Wartawan yang dilakukan oleh oknum kepolisian, saat demo Hari Buruh (May Day) di depan Gedung Sate, Bandung Jawa Barat, pada hari Rabu, 01 Mei 2019.
Ketua PWO IN Ferry Rusdiono menyebut bahwa tindakan oknum Aparat yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Wartawan saat melakukan tugasnya tidak bisa dibiarkan.
"PWO IN meminta Pimpinan Kepolisian memberi tindakan yang tegas sesuai dengan hukum yang berlaku," tandas Ferry Rusdiono, dalam pernyataan persnya, hari ini.

Menurut Ferry, selain pelanggaran terhadap UU PERS No. 40 thn 1999, oknum polisi yang melakukan penganiayaan dan perampasan barang milik wartawan tersebut merupakan pelanggaran pidana yang diatur dalam KUHP.

Ferry juga berharap agar tindakan kekerasan terhadap Wartawan dalam melakukan tugas jurnalistiknya harus dihentikan. 

"Dalam melakukan tugas jurnalistiknya, wartawan dilindungi UU PERS No. 40. Tahun 1999," tegasnya.

Seperti diketahui, bahwa Fotografer Tempo, Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) mengalami penganiayaan saat meliput peringatan hari buruh Internasional yang berpusat di Gedung Sate.

Sekitar pukul 11.30, Reza dan Prima berkeliling sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate. Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam.

Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan kamera ke arah kejadian tersebut. Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung.

Menurut Reza anggota Tim Prabu itu menggunakan sepeda motor Klx berplatnomor D 5001 TBS.

Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan “dari mana kamu?” Reza langsung menjawab “wartawan”. Lalu menunjukan id pers nya. Lalu polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali.

“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza.

Kaki kanan Reza menglami luka dan memar.

Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.

Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan “Mau diabisin?”

“Rombongan pertama pendemo di jln bagus rangin tiba2 rusuh. Massa kocar kacir.polisi tangkepin demonstran sambil dihajar. Saya sama Reza bisa masuk utk ambil gambar kekerasan oleh polisi. Wartwan lain dicegat gak boleh masuk area kerusuhan. Polisi ngehajar demo strange sambil nembak senjata ke udara berkali Kali ke udara Saat ngambil gambar itulah Saya ditangkep 3 org polisi preman sambil ngancam Dan minta gambar dihapus. Dari situ Saya liat Reza mengalami kekerasan fisik Dan didorong sampai jatuh. Semua file foto dihapus,” kata Prima.

Sementara, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema, mengaku terkejut saat mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut. Menurutnya perwakilan Polrestabes Bandung telah bertemu dengan sejumlah wartawan yang menjadi korban kejadian tersebut di Rumah Sakit Boromius Bandung.

"Saya juga kaget denger itu,kami terima dari teman- teman media dan kami juga sudah tengok tadi di rumah sakit boromius dan tadi sudah komunikasi dan apa permasalahannya apa dan alhamdulilah sudah bisa pulang," ujar Irman di Mapolrestabes Bandung, Rabu 1 Mei 2019.

Irman menegaskan akan memproses secara hukum jika memang kejadian yang menimpa sejumlah wartawan benar adanya dilakukan oleh para oknum kepolisian. [fr]

Berita Terkait
Populer
7
10

Pidato `Visi Indonesia` Jokowi

Minggu, 14 Jul 2019  22:15