PWI Muba, Sumsel, Minta Wartawan Patuhi Protokol Kesehatan dan Berpegang Pada Kode Etik Jurnalistik

PWI Muba, Sumsel, Minta Wartawan Patuhi Protokol Kesehatan dan Berpegang Pada Kode Etik Jurnalistik
Kamis, 14 Mei 2020  14:44   |   Dibaca: 926

Sekayu, Media AI - Adanya pemberitaan disalah satu media online tentang warga Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) meminta agar Camat mereka diisolasi lantaran pulang ke Kota Lubuk Linggau yang notabene merupakan kawasan zona merah Covid-19 yang disampaikan kepada Ketua Persatuan Organisasi Musi Banyuasin (POM) saat kunjungan ke Sanga Desa, Jumat (1/5). Kemudian pemberitaan ini mendapatkan kritikan dari ASN sebagaimana dilansir oleh" www.sentralpost.com yang menyatakan pemberitaan tersebut tidak seimbang, sabtu (9/5).

Terkait hal itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Musi Banyuasin (Muba) Herlin Kosasi angkat bicara. Dalam situasi ditengah pandemi Covid-19 Herlin berharap agar para wartawan khususnya yang tergabung dalam Organisasi PWI dalam melaksanakan tugas kejurnalistikan tetap menjaga profesionalisme dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik, dengan membuat berita secara seimbang dan adil.

“Saya pikir kritikan ini positif dan konstruktif. Kalau wartawan yang tergabung dalam PWI sudah jelas apa yang harus dilakukan karena sudah diterbitkan Panduan tentang Peliputan Wabah Covid-19 oleh PWI Pusat. Alhamdulillah hasil Rapid Test lalu 100% wartawan PWI Muba yang ditest hasilnya negatif. Terkait wartawan yang berdomisili diluar Muba apabila masuk ke Muba untuk melaksanakan tugas jurnalistik, ya tinggal patuhi saja panduan tersebut. Jika memang harus melakukan isolasi mandiri saya pikir tidak ada masalah. Itukan untuk menjaga kesehatan kita bersama”, jelas Herlin.

Herlin juga berharap kiranya dalam menyikapi persoalan Camat Sanga Desa ini Bupati Muba harus dengan bijaksana. Herlin menilai pasti ada sesuatu yang mendesak sehingga Camat Sanga Desa harus pulang ke Lubuk Linggau. Ia menyakini pasti selama berada disana Camat sudah melakukan langkah antisipasi sehingga dirinya tidak tertular dari Covid-19, misalnya menggunakan APD dan tidak kemana-kemana hanya mengunjungi keluarganya.

Akibat pemberitaan tentang Camat Sanga Desa, Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin beberapa hari lalu terkesan buru-buru dan malahan memberikan pernyataan di media akan mem-PLT-kan pejabat yang keluar daerah bahkan menerbitkan Instruksi Bupati yang berlaku bagi seluruh ASN bahkan keluarganya.“Saya pikir kritikan ini positif dan konstruktif. Kalau wartawan yang tergabung dalam PWI sudah jelas apa yang harus dilakukan karena sudah diterbitkan Panduan tentang Peliputan Wabah Covid-19 oleh PWI Pusat. Alhamdulillah hasil Rapid Test lalu 100% wartawan PWI Muba yang ditest hasilnya negatif. Terkait wartawan yang berdomisili diluar Muba apabila masuk ke Muba untuk melaksanakan tugas jurnalistik, ya tinggal patuhi saja panduan tersebut. Jika memang harus melakukan isolasi mandiri saya pikir tidak ada masalah. Itukan untuk menjaga kesehatan kita bersama”, jelas Herlin.

Herlin juga berharap kiranya dalam menyikapi persoalan Camat Sanga Desa ini Bupati Muba harus dengan bijaksana. Herlin menilai pasti ada sesuatu yang mendesak sehingga Camat Sanga Desa harus pulang ke Lubuk Linggau. Ia menyakini pasti selama berada disana Camat sudah melakukan langkah antisipasi sehingga dirinya tidak tertular dari Covid-19, misalnya menggunakan APD dan tidak kemana-kemana hanya mengunjungi keluarganya.

Akibat pemberitaan tentang Camat Sanga Desa, Bupati Muba H. Dodi Reza Alex Noerdin beberapa hari lalu terkesan buru-buru dan malahan memberikan pernyataan di media akan mem-PLT-kan pejabat yang keluar daerah bahkan menerbitkan Instruksi Bupati yang berlaku bagi seluruh ASN bahkan keluarganya.Semestinya tidak usah buru-buru menerbitkan Instruksi Bupati yang melarang ASN dan keluarga yang berdomisili di luar Muba untuk tetap bekerja dan tidak pulang ketempat tinggalnya. Apalagi sampai mendapatkan hukuman disiplin sedang/berat dan dipotong TPP-nya. Saya pikir terlalu berlebihan menyikapi hal ini. ASN yang berdomisili diluar daerah juga berkewajiban untuk mengurusi keluarganya agar tidak terdampak Covid-19”, kata Herlin.

“Jangan sampai nanti instruksinya malah kontradiktif. Selama masih adanya Covid-19 ASN kan sudah dibatasi untuk bekerja di kantor dan melaksanakan Work From Home (WFH). Tentu bagi mereka yang berdomisili di luar Muba akan pulang dan bekerja dari rumahnya. Saya sarankan agar tidak keluar-masuk Muba sebaiknya mereka tetap berada di luar Muba bersama keluarganya, namun tetap melaksanakan WFH,” ungkap Herlin. [Lind]

Berita Terkait
Populer
5
Kamis, 25 Jun 2020  13:27
7
Kamis, 25 Jun 2020  15:55