Presiden Jokowi Tagih Target Uji Spesimen Virus Corona Berbasis PCR 10.000 Per Hari

Presiden Jokowi Tagih Target Uji Spesimen Virus Corona Berbasis PCR 10.000 Per Hari
Senin, 11 Mei 2020  11:35   |   Dibaca: 1,755

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menagih target kapasitas uji spesimen virus corona berbasis polymerase chain raction (PCR) sebanyak 10.000 per hari. Saat ini kapasitas pengujian PCR di Tanah Air sekitar 4.000 spesimen hingga 5.000 spesimen per hari.

“Saya kira ini masih jauh dari target yang diberikan yaitu 10.000 spesimen per hari,” katanya membuka rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui video conference dari Istana Merdeka, Senin (11/5/2020).

Jokowi juga menjelaskan bahwa data yang dia terima, sebanyak 104 laboratorium telah masuk dalam jaringan penanganan Covid-19. Namun sebanyak 51 laboratorium di antaranya belum melakukan rujukan pemeriksaan.

“Saya ingin laboratorium tersebut berfungsi maksimal,” katanya.

Menurut Presiden, satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan sumber daya manusia. Selain itu juga kekurangan alat pengujian seperti reagen PCR, RNA, dan VTM.

“Saya minta ini diselesaikan dalam minggu ini,” katanya.

Adapun sebelumnya Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo mengakui target uji spesimen yang diberikan Presiden belum mampu terpenuhi. Kendala utama yang dihadapi saat ini yaitu kekurangan sumber daya manusia (SDM).

Dia mengatakan bahwa dengan SDM yang tersedia saat ini, utilitas laboratorium melakukan pengecekan dengan metode PCR sekitar 6.000 hingga 7.000 spesimen per hari. Hal ini terjadi karena hanya ada satu shift petugas laboratorium dengan durasi kerja 8 jam per hari.

“Ini kalau ditingkatkan SDM laboratorium dibantu IDI daerah, kita harapkan bisa 16 jam. Kalau sudah bisa 16 jam, bisa di atas 12.000 [spesimen per hari], karena reagen tersedia dan komponen untuk mendukung swab juga tersedia,” kata Doni.

Terkait alat pengujian, kata Doni, Gugus Tugas Covid-19 telah mendatangkan lebih dari 420.000 reagen PCR. Seperti diketahui, reagen merupakan zat untuk membuat reaksi kimia yang dibutuhkan. Zat atau senyawa ini menjadi komponen inti untuk membaca infeksi virus Corona pada spesimen.

Doni melanjutkan, pada Minggu kemarin (3/5/2020) juga telah sampai 500.000 VTN dan RNA, sehingga pada pekan ini Indonesia memiliki 1 juta reagen VTM dan ekstrak RNA.

VTM atau viral transportat medium adalah media pembawa spesimen yang akan diuji di laboratorium. Dengan demikian, kapasitas pengujian dengan memanfaatkan 59 laboratorium dapat dilakukan secara optimal.

Berita Terkait
Populer
5
Kamis, 25 Jun 2020  13:27
7
Kamis, 25 Jun 2020  15:55