Memperingati HANI 2019, Ketua Umum AI: Stop dan Cegah Narkoba Sedini Mungkin

Memperingati HANI 2019, Ketua Umum AI: Stop dan Cegah Narkoba Sedini Mungkin
Rabu, 26 Jun 2019  14:10   |   Dibaca: 885

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap tanggal 26 Juni merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika yang berdampak buruk terhadap kesehatan, perkembangan sosial – ekonomi, serta kemanan dan kedamaian dunia.

Penyalahgunaan narkotika menyebabkan sekitar 190.000 orang di dunia mati sia-sia setiap tahunnya. Narkotika juga secara nyata dapat memicu kejahatan lainnya, seperti pencurian, pemerkosaan, dan pembunuhan. Sementara itu, perdagangan dan peredaran gelap narkotika disinyalir menjadi salah satu sumber pendapatan untuk mendukung operasi tindakan terorisme.

Situasi yang sangat mengkhawatirkan ini menjadi masalah dunia yang sangat mendesak untuk segera diatasi bersama. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa Indonesia berada pada kondisi Darurat Narkoba. Pernyataan ini tak hanya sekedar selogan semata. Nyata, bahwa Indonesia saat ini bukan sekedar tempat transit, tetapi sudah menjadi pasar narkotika terbesar di Asia.

Lebih daripada itu, penyalahgunaan narkotika di Indonesia telah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi umur, pendidikan, strata sosial – ekonomi, profesi maupun level jabatan, dan bahkan peredaran narkotika telah merata di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai bentuk tanggung jawab Aliansi Indonesia (AI) sebagai lembaga kontrol sosial, AI harus berperan aktif dalam Stop dan Cegah Narkoba sedini mungkin.

Demikian arahan Ketua Umum AI, H. Djoni Lubis, saat menerima kunjungan Ketua BPAN AI DPC Kabupaten Gowa dan calon Wakil Ketua Gerhana AI DPC Kabupaten Gowa.

Keseriusan dalam peran aktif itu ditunjukkan dengan didirikannya Gerhana AI, sebuah departemen di AI yang fokus dalam aktifitas Stop dan Cegah Narkoba.

Lebih lanjut Ketua Umum AI itu menjelaskan maksud tentang "sedini mungkin", di mana menurutnya sedini mungkin itu bisa dari usia, lingkungan maupun prosesnya.

"Dini dari segi usia ya sedari kanak-kanak harus ditanamkan tentang hidup sehat, kreatif dan berprestasi, juga tentang kesadaran bahaya narkoba yang dapat menghancurkan masa depan setiap anak," ujarnya.

Kemudian dini dari segi lingkungan, dimulai dari diri sendiri, keluarga, tetangga dan lingkungan terdekat.

Proses, yaitu mencegah terjadinya penyalahgunaan maupun transaksi narkoba. Itu bisa dilakukan dengan pengawasan di lingkungan, wajib lapor bagi pendatang serta kontrol jika ada kegiatan tidak wajar di tempat dan waktu tertentu.

"Kita tidak bisa sepenuhnya mengandalkan aparat. Peran serta masyarakat harus dikedepankan," pungkasnya.

Berita Terkait
Populer