LAI Sumsel: 7 Kali Sidang, Kajari Hambat Persidangan, Ada Apa Dengan Kejari OKI?!

LAI Sumsel: 7 Kali Sidang, Kajari Hambat Persidangan, Ada Apa Dengan Kejari OKI?!
Selasa, 06 Okt 2020  23:21   |   Dibaca: 1,072

Berawal dari perkara dugaan Korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa Pankalan Lampan Kec. Pangkalan Lampan Kab. Ogan Komering Ilir (OKI), yaitu An. Khoirul Anwar terkait dengan Dana Desa Di Desa Pangkalan Lampam itu sendiri dari tahun 2016 s/d 2019 yang dilaporkan oleh LSM Lesper dibawah Pimpinan Syamsul Bahri.

Permasalahan ini sudah berlangsung kurang lebih 10 (sepuluh) bulan yang lalu, menyikapi hal tersebut ketika di konfirmasi oleh fihak LSM Lesper Kepala Desa Pangkalan Lampan Naik pitam, bersamaan dengan hal itu hadir juga Ketua BPD Pangkalan Lampam Muh. Irsan Bin Ali, yang pada waktu itu hadir, tanpa agin dan hujan Kepala Desa Pangkalan Lampan langsung memukul Sdr. Irsan dari belakang, hingga Irsan sendiri terjatuh dan memar-memar mendapat pukulan dari sang Kepala Desa Pangkalan Lampan, yang disaksikan oleh sejumlah orang.

Atas dasar tersebut Irsan melaporkan saudara Khoirul atas Dasar penganiayaan Ke Polres Kab. Oki dengan Nomor : LP/B/35/II/2020/Sum-Sel/RES, OKI/Tanggal 4 Februari 2020 yang disertai dengan hasil Visum yang dilakulan oleh dr. Eka Febriana yang di terima fihak Polres Tanggal 5 Februari 2020 jam 10.35 Wib.

Berkas laporan penyidikan saudara Irsan telah rampung dilakukan fihak kepolisian, akan tetapi sudah 4 kali SP2HP fihak kepolisian pulang pergi di kejaksaan, hingga akhirnya saudara Irsan mempertanyakan langsung kepada fihak kejaksaan Kab. OKI hingga penantian itu datang, berkas dari kepolisian rampung P21, maka persidangan pun dimulai.

Hingga sekarang sampai proses itu dimulai, sidang sampai 7 (tujuh) kali dan hari ini pun tanggal 06-10-2020 sidang ke 7 (Tujuh) kalinya sidang tertunda dengan alasan yang tak jelas. Sangat disayangkan artinya fihak kejaksaan dalam hal ini Kajari Kab. OKI terkesan tak propesional dalam menjalankan tugasnya dalam mengawasi tugas dan fungsi bawahannya.

Dalam kesempatan lain Tim pewarta Media Aliansi Indonesia sempat berkomunikasi langsung dengan ketua DPD Aliansi Indonesia Syamsudin Djoesman beliau mengatakan terkait dengan permasalahan ini, tentu DPD menerima Laporan Masyarakat " Kami akan menindak lanjuti Perkara tersebut mengenai Kajari yang terkesan berfihak kepada salah seorang terdakwa dalam Hal ini saudara Khoirul Anam selaku Kepala Desa Pangkalan Lampan yang setelah dilakukan Investigasi Oleh Tim Aliansi memang benar melakukan penganiayan terhadap Sdr. Muh. Irsan yang membantu mengungkap dugaan Korupsi Sang Kepala Desa, kami akan segera melakukan langkah yang dianggap perlu terkait dengan, ketidak profesionalan Kejaksaan Dalam hal ini Kajari Kab. OKI yakni Bintang Ari Prakoso, SH, MH, yang diduga mem beck Up Sdr. Khoirul Anam, ini terbukti 7 (tujuh) kali persidangan sampai hari ini terdakwa tidak dilakukan penahanan, yang mestinya apabila 3 (tiga) kali sidang tidak hadir maka terdakwa dilakukan penahanan," tegas Syamsudin.

Langkah berikutnya dalam waktu dekat ini, " Saya, papar Syamsudin akan melaporkan segera Kepala Kejaksaan Negeri Kab. OKI ke Kajati Sum-Sel Cq. Aswas Kajati Sum-Sel serta Kejagung RI Cq. Jamwas Kejagung RI, hal ini terkait dengan Kode etik Kejaksaan/Adhyaksa itu sendiri, ini kami lakukan.agar Oknum kejaksaan jangan coba bermain-main dengan api, nanti taruhannya bukan hanya jabatan bisa-bisa Oknum tersebut dapat berhenti bahkan yang lebih miris lagi terkena Pidana, " jelas Syamsu sebutan akrab ketua DPD Aliansi Indonesia Provinsi Sumsel. (M. Ardiansyah).

Berita Terkait
Populer