Ketum LAI: Kasus Djoko Tjandra, Saatnya Polri dan Aparat Penegak Hukum Lainnya Berbenah Diri

Ketum LAI: Kasus Djoko Tjandra, Saatnya Polri dan Aparat Penegak Hukum Lainnya Berbenah Diri
Sabtu, 01 Ags 2020  04:51   |   Dibaca: 3,417

Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) H. Djoni Lubis menyampaikan apresiasi terhadap Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si., dan jajarannya terkait langkap sigap dan tegas dalam kasus bisa bebasnya Djoko Tjandra, buronan kelas kakap, keluar masuk wilayah Negara Republik Indonesia.

Setelah menetapkan Brigjen Pol eks Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Karo Korwas) PPNS Bareskrim Polri Brigjen Prasetyo Utomo sebagai tersangka, Polri berhasil menangkap Djoko Tjandra dan juga menetapkan pengacaranya Anita Kolopaking menjadi tersangka.

“Djoko Tjandra pintar dan licik itu memang benar, tapi tanpa ‘bantuan’ aparat penegak hukum yang menyalahgunakan jabatan dan wewenang, sepintar dan selicik apapun tetap sangat tidak mudah,” ujar H. Djoni Lubis.

Keterlibatan seorang perwira tinggi Polri dalam masalah tersebut menjadi indikasi bahwa penyalahgunaan jabatan dan wewenang oleh oknum-oknum polisi masih ada dan mungkin banyak terjadi.

“Bahwa masih ada, dan mungkin banyak ya, oknum polisi yang bukannya melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat, namun justru melayani, mengayomi dan melindungi para pelaku kriminal sulit untuk dipungkiri,” imbuhnya.

Penyalahgunaan jabatan dan wewenang polisi itu, menurut H. Djoni Lubis, juga bermacam-macam bentuk dan tingkatannya.

“Di daerah ya tingkatanya daerah, seperti dilakukan oknum Polres Tulung Agung dalam kasus Karwito. Laporan masih cukup banyak di daerah lain,” kata H. Djoni Lubis.

Ketua Umum LAI itu juga menyampaikan ucapan terima kasih baik kepada masyarakat maupun pengurus LAI di berbagai daerah yang melaporkan berbagai macam dugaan penyalahgunaan jabatan dan wewenang.

“Laporan-laporan itu akan kami pergunakan untuk membantu Polri, khususnya Bapak Kapolri dalam melakukan pembenahan jajarannya,” H. Djoni Lubis menjelaskan.

Kasus Djoko Tjandra itu menjadi momen untuk berbenah, bukan hanya bagi Polri tapi juga aparat penegak hukum lainnya.

Polri merupakan garda terdepan dan tumpuan harapan bagi rakyat dalam upaya penegakan hukum, sehingga tidak berlebihan apabila rakyat berharap Polri berbenah diri.

“Rakyat sangat rindu dan mendambakan Polri untuk benar-benar dapat melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait
Populer