Ketua Umum LAI Sampaikan Ucapan Duka Cita Terkait Gempa Lombok

Ketua Umum LAI Sampaikan Ucapan Duka Cita Terkait Gempa Lombok
Senin, 06 Ags 2018  18:33   |   Dibaca: 3,022

Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia (LAI). H. Djoni Lubis, Senin 6 Agustus 2018, atas nama pribadi dan LAI menyampaikan ucapan duka cita mendalam terkait bencana alam gempa bumi di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang menyebabkan sejumlah korban meninggal dunia.

H. Djoni Lubis juga menyampaikan pesan khusus kepada anggota dan pengurus LAI di NTB dan sekitarnya untuk turut aktif melakukan tindakan nyata untuk membantu pemerintah dan masyarakat NTB, baik secara individu, atas nama LAI maupun bergabung dengan lembaga lainnya untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban gempa tersebut.

Dia secara khusus juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah RI, di mana Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) telah menugaskan Menko Polhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, untuk meng-koordinasi penanganan gempa Lombok.

Penugasan terhadap Menko Polhukam itu, menurut Djoni Lubis, merupakan sikap cepat tanggap Pemerintah.

"Dengan menugaskan langsung Bapak Wiranto selaku Menko Polhukam untuk koordinasi penanganan, jelas itu tidak main-main. Itu artinya Pemerintah RI cepat tanggap dan sangat serius. Saya juga minta kepada masyarakat umum untuk sudahi berbagai macam polemik maupun kritik yang tidak perlu. Berbuat dulu lah, bantu pemerintah dulu untuk sama-sama menangani. Kalau ada kritik terhadap berbagai kekurangan yang ada, bisa disampaikan nanti setelah ada evaluasi. Kalau belum apa-apa sudah mengkritik, itu bukan kritis namanya, tapi nyinyir," kata H. Djoni Lubis.

Ketua Umum LAI itu juga menekankan pentingnya `tepo sliro` atau tenggang rasa terhadap korban gempa dan keluarganya.

"Tak perlu lah mengaitkan gempa dengan hal yang aneh-aneh, apalagi dikaitkan dengan politik. Kalau yang jadi korban itu anda atau keluarga anda, gimana perasaan anda? Tepo sliro-lah sesama anak bangsa," imbuhnya.

Dikutip dari Sekreatariat Kabinet (Setkab), Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas nama pribadi dan atas nama masyarakat Indonesia, mengucapkan duka yang mendalam atas banyaknya warga di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meninggal karena gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang daerah tersebut, Minggu (5/8) malam.

Presiden memerintahkan Menko Polhukam Wiranto untuk mengoordinasikan penanganan yang timbul akibat gempa tersebut, khususnya menyangkut masalah evakuasi terhadap korban meninggal maupun luka-luka.

“Tadi malam saya sudah memerintahkan Menko Polhukam Wiranto untuk mengoordinasi seluruh jajaran yang terkait dengan ini, baik BNPB, Mensos, TNI, Polri, dan yang lainnya agar penanganan masalah gempa bisa dilakukan secepat-cepatnya, baik yang evakuasi korban yang meninggal maupun yang luka-luka untuk segera ditangani,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan saat meninjau venue pencak silat di TMII, Jakarta, Senin (6/8) pagi.

Presiden juga berpesan kepada Menko Polhukam agar penanganan terhadap wisatawan dilakukan sebaik-baiknya. Kepala Negara mengingatkan jangan sampai ada pelayanan yang kurang, terutama pengaturan jadwal penerbangan yang kemarin malam banyak yang tertunda.

Adapun untuk masalah logistik, menurut Presiden, tadi malam sudah meluncur ke NTB, termasuk dokter-dokter juga sudah meluncur semuanya ke NTB.

Saat ditanya mengenai kemungkinan dirinya mengunjungi korban gempa di NTB itu, Presiden mengatakan, sudah menyerahkan kepada Menko Polhukam. Justru kalau dirinya berkunjung ke lokasi gempa saat ini, dinilai Presiden Jokowi bisa mengganggu konsentrasi aparat yang sekarang ini sedang bekerja di lapangan.

“Saya akan mencari waktu yang pas agar tidak mengganggu seluruh proses-proses evakuasi, proses-proses penanganan yang ada di lapangan,” tarang Presiden.

Sementara terkait kemungkinan ganti rugi terhadap bangunan yang rusak akibat gempa, Presiden Jokowi mengatakan, akan melihat dulu keadaan di lapangan karena berbeda (dengan gempa sebelumnya), sekarang 7 SR.

“Nanti akan kita putuskan setelah kita melihat di lapangan, pemerintah akan memberikan bantuan, jumlahnya belum (ditentukan),” pungkas Presiden Jokowi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya hingga Senin (6/8) pagi, sedikitnya 82 orang meninggal dunia, ratusan lainnya mengalami luka-luka, dan ribuan rumah rusak akibat gempa 7 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) malam. (Setkab - DND/ES)

Berita Terkait
Populer
7
10

Pidato `Visi Indonesia` Jokowi

Minggu, 14 Jul 2019  22:15