Jamaah Islamiyah Punya Perusahaan Sawit Besar di Kalimantan & Sumatra

Jamaah Islamiyah Punya Perusahaan Sawit Besar di Kalimantan & Sumatra
Senin, 01 Jul 2019  16:40   |   Dibaca: 1,110

Polri membeberkan alasan organisasi teroris Jamaah Islamiyah (JI) bisa bertahan sejak dibekukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 22 April 2008 lalu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa kader organisasi eks pimpinan Abu Bakar Baasyir tersebut bisa bertahan hingga menggaji kadernya sebesar Rp10 juta-Rp15 juta per bulan. Hal ini karena JI memiliki perusahaan sawit cukup besar di wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Menurut Dedi, keuntungan dari perusahaan sawit yang namanya masih dirahasiakan itu digunakan organisasi JI untuk mensejahterakan kadernya hingga mengirim para kader ke Suriah untuk belajar militer dan intelijen di sana. Setelah itu, kader tersebut ditarik kembali ke Indonesia untuk melakukan kaderisasi orang lain dan memperkuat basis kekuatannya.

"Kelompok JI ini tidak hanya memiliki kekuatan intelijen dan militer yang matang, tetapi juga ada kekuatan di bidang ekonomi. Mereka yang gabung itu diberikan gaji Rp10 juta-Rp15 juta. Usahnya di bidang sawit cukup besar ada di wilayah Sumatra dan Kalimantan," tuturnya, Senin (1/7/2019).

Dedi mengakui kelompok teroris JI masih belum nampak ke permukaan jika dibandingkan dengan kelompok Jamaah Ansorut Daullah (JAD) yang kini kerap melakukan aksi teror beberapa bulan terakhir di Indonesia.

Kendati demikian, menurut Dedi, kelompok JI saat ini tengah membangun kekuatan pendanaan dan keanggotaan agar dapat menciptakan negara khilafah di Indonesia.

"Memang saat ini jaringan JI belum terlihat akan melakukan rencana aksi terorisme di Indonesia. Tapi organisasi itu sedang bangun kekuatan agar bisa menciptakan khilafah di Indonesia," katanya.

Berita Terkait
Populer