Ini Alasan KPK Mengapa Taufik Kurniawan Harus Ditahan

Ini Alasan KPK Mengapa Taufik Kurniawan Harus Ditahan
Sabtu, 03 Nov 2018  10:53   |   Dibaca: 1,659

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan usai menjalani pemeriksaan pada Jumat (2/11/2018). Taufik ditahan untuk 20 hari pertama di rutan cabang KPK di Kantor KPK Kavling C-1, Jakarta.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah, mengungkapkan pihaknya mempunyai alasan yang kuat mengapa penahanan terhadap Taufik harus dilakukan.

"Kami memutuskan dilakukan penahanan karena memang penyidik sudah meyakini ada bukti yang cukup kuat sesuai dengan aturan KUHAP, diduga keras melakukan tindak pidana dan memenuhi alasan subjektif dan objektif," kata Febri.

KPK memastikan bukti terhadap Taufik kuat. Salah satu argumen yang disampaikan KPK adalah mengenai vonis bersalah yang diterima 9 tersangka dalam kasus itu sebelumnya, termasuk Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen.

"Karena kami juga memiliki bukti yang cukup kuat terkait pertemuan baik di hotel maupun di kantor DPR dan juga dugaan aliran dan yang kami duga ada tiga tahap," sambungnya.

Menurut Febri, pemberian terhadap Taufik diduga dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Namun, pada upaya penyerahan tahap tiga gagal akibat adanya operasi tangkap tangan (OTT) pada 2016 lalu.

"Karena ada tangkap tangan pada 2016 lalu juga sudah kami sita dari pihak swasta. Jadi sudah teridentifikasi secara lengkap," katanya.

Sebelumnya Taufik absen 2 kali dari pemanggilan KPK, yaitu pada 25 Oktober 2018 dan 1 November 2018. Untuk panggilan 1 November kemarin, Taufik disebut sedang berada di daerah pemilihan karena masa reses DPR.

Usai penahanan itu, KPK berharap agar Taufik untuk tetap kooperatif dan jujur dalam menjalani rangkaian proses hukum yang ada. Taufik juga diharapkan tak menutupi berbagai informasi yang sebenarnya.

KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima sekurang-kurangnya Rp 3,65 miliar dari Yahya Fuad selaku Bupati Kebumen.

Fuad memberikan suap itu kepada Taufik terkait perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016.

Berita Terkait
Populer