Heru Prasadja: Revolusi Industri 4.0, Peluang Sekaligus Tantangan Generasi Milenial

Heru Prasadja: Revolusi Industri 4.0, Peluang Sekaligus Tantangan Generasi Milenial
Selasa, 25 Jun 2019  15:42   |   Dibaca: 814

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0? Secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.

Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.

Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

Prinsip Rancangan Industri 4.0

Revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0, diantaranya adalah:

1. Interoperabilitas (kesesuaian); kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya (IoT) atau internet untuk khalayak (IoT).

2. Transparansi Informasi; kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.

3. Bantuan Teknis; pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. Kedua,

4. kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan, atau tidak aman bagi manusia.
Keputusan Mandiri; kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin.

Demikian pemaparan Heru Prasadja membuka perbincangan dengan Media AI di Kantin AI hari ini, Selasa, 25 Juni 2019.

Heru yang telah tiga tahun menjadi anggota Aliansi Indonesia (AI) dan memiliki latar belakang sebagai teknik engineer, berharap generasi muda, terutama generasi milenial di AI siap menghadapi era Revolusi Industri 4.0 yang disebutkan sebagai peluang sekaligus tantangan.

Peluang, karena Revolusi Industri 4.0 membuka kesempatan yang lebih setara bagi tiap orang ketimbang cara konvensional melalui jalur distribusi maupun alternatifnya yailu MLM.

Tantangan, karena untuk bisa memanfaatkan peluang itu tetap diperlukan bekal minimal pengetahuan memadai menggunakan internet dan mengetahui kiat-kiat bisnis secara online di samping tentu saja kreatifitas dan kerja keras.

"Karena itulah saya konsern untuk mengajak sekaligus bisa memberi pelatihan kepada anggota-anggota AI maupun masyarakat umum. Bukan terbatas generasi milenial dari segi usia, tapi juga dari segi semangat," ujarnya.

Berita Terkait
Populer
6
Sabtu, 21 Sep 2019  14:42