Hari Batik Nasional: Presiden Jokowi Membatik Di Pura Mangkunegaran Solo

Hari Batik Nasional: Presiden Jokowi Membatik Di Pura Mangkunegaran Solo
Rabu, 02 Okt 2019  14:02   |   Dibaca: 474

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba diperingatan satu dekade Hari Batik Nasional (HBN) di Pura Mangkunegaran, sekitar pukul 09.50 WIB. Setibanya di lokasi ia langsung ke booth pembatik yang berada di halaman pura.

Jokowi melakukan simulasi batik cap. Sedangkan Iriana mencanting. Hasilnya sempat mereka tunjukkan kepada masyarakat dan wartawan yang datang. Mereka kemudian menuju pendapa utama untuk mengikuti acara inti.

Jokowi didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo, Mufidah Jusuf Kalla, dan pejabat lainnya.

Sebelumnya, ketua Panitia perayaan HBN dari Yayasan Batik Indonesia, Diana Santosa, saat jumpa pers di Pura Mangkunegaran, Selasa (1/10/2019), mengatakan proses massal tersebut menjadi simbol batik dilahirkan. Para peserta acara bertema Membatik untuk Negeri ini mengaplikasikan pembuatan batik dengan teknik tulis dan cap. Mengingat itu sebagai proses yang diakui oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Selain membatik bersama, perayaan satu dekade batik diakui UNESCO ini juga dimeriahkan dengan pemberian sejumlah penghargaan. Disusul pameran pasar batik dan pojok kuliner, fashion show, peluncuran buku, hingga talkshow tentang napak tilas perjalanan batik Indonesia.

Acara ini diadakan oleh Yayasan Batik Indonesia dan didukung sejumlah pihak dari pemerintah maupun instansi swasta. Agenda talkshow dan pameran pasar batik dibuka untuk umum. Panitia mengimbau masyarakat ikut meramaiakan dengan mendatangi stand-stand yang berisi koleksi batik Nusantara berseta pengembangannya.

Sebelumnya mereka telah menggelar pra-acara di Jakarta beberapa waktu lalu. Acara puncak sengaja dipilih Solo dan Pura Mangkunegaran karena keraton disebut sebagai asal muasal batik Indonesia. Lebih dari itu, serangkaian agenda tersebut bertujuan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik tradisional Indonesia. Sehingga pasar batik yang sudah mulai menurun bisa kembali bangkit.

Berita Terkait
Populer
6
Sabtu, 21 Sep 2019  14:42