H. Djoni Lubis: Pencegahan Narkoba Harus Terstuktur, Terprogram dan Massif

H. Djoni Lubis: Pencegahan Narkoba Harus Terstuktur, Terprogram dan Massif
Selasa, 05 Mar 2019  11:20   |   Dibaca: 1,952

Tertangkapnya politikus Andi Arief terkait kasus narkoba turut menjadi perhatian serius Ketua Umum Aliansi Indonesia (AI), H. Djoni Lubis.

Menurutnya, Indonesia darurat narkoba itu bukan isapan jempol belaka, karena narkoba sudah tidak pandang bulu menyasar semua lapisan masyarakat.

"Tidak memandang usia, profesi, jenis kelamin, pendidikan. Tidak memandang apapun, narkoba sudah melakukan serangan total terhadap seluruh lapisan masyarakat Idonesia," ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, H. Djoni Lubis sudah melakukan langkah nyata, yaitu dengan mendirikan satu departemen khusus di AI yang membidangi narkoba, yaitu Generasi Pertahanan Anti Narkoba Nasional (Gerhana) AI beberapa bulan lalu.

Bahkan dia mengaku secara khusus meng-endorse (mendorong) Gerhana AI agar segera berdiri di seluruh provinsi dan kota/kabupaten di Indonesia.

"Dari usia, Gerhana ini masih sangat muda. Namun meski masih muda, Gerhana bukanlah proyek coba-coba, namun hasil dari sebuah perencanaan yang matang bahwa masalah narkoba harus ditangani secara khusus, oleh sebuah departemen khusus, dengan SDM-SDM yang kompeten di bidangnya serta berintegritas," imbuhnya.

Ketua Umum AI itu mengatakan bersyukur bahwa saat ini sudah terbentuk pengurus Gerhana AI di tiga provinsi dan beberapa kota/kabupaten. Namun menurutnya, hal itu tidak boleh membuat Gerhana AI cepat berpuas diri.

"Harus terus ditingkatkan, dan saya sendiri ikut langsung mensosialisasikan Gerhana terus-menerus. Setiap ada pengurus AI entah itu dari BPAN, Garuda Sakti atau yang lainnya, saya selalu berpesan, bantu dan fasilitasi agar Gerhana AI segera terbentuk di wilayahnya," kata dia.

Stop dan Cegah narkoba harus terstruktur, terprogram dan massif. Terstruktur artinya terbentuk struktur kepengurusan dengan tingkat dan keweangannya masing-masing secara rapi. Terprogram berarti tidak asal-asalan, namun ada panduan yang jelas, ada program-program kerja yang `reliable`.

"Massif, harus aktif melibatkan semua pengurus dan anggota, jika perlu sampai tingkat RT. Menggandeng aparat pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat," jelasnya.

Untuk pengurus yang sudah terbentuk, termasuk DPD Gerhana AI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H. Djoni Lubis menyampaikan pesan khusus, agar pengurus bergerak cepat.

"Segera bentuk kepengurusan di tingkat kota dan kabupaten, kecamatan, bahkan nantinya sampai desa/kelurahan, RW dan RT," ujarnya.

Kalau Gerhana AI sudah ada sampai di tingkat paling bawah, dengan sendirinya hal itu akan mempersempit ruang gerak peredaran serta penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu Kornas Gerhana AI, MS. Bahri, menyatakan siap menindaklanjuti arahan Ketua Umum AI.

"Kami akan terus bergerak, tak kenal lelah. Gerhana AI adalah amanat sekaligus kebanggaan bagi kami. Kami telah, sedang dan akan berbuat seoptimal mungkin untun mewujudkan Stop dan Cegah Narkoba, dari tingkat paling atas sampai paling bawah," pungkasnya.

Berita Terkait
Populer