H. Djoni Lubis: Jangan Terpancing Kegaduhan, Fokus Pada Tujuan Utama dan Pemberantasan Korupsi

H. Djoni Lubis: Jangan Terpancing Kegaduhan, Fokus Pada Tujuan Utama dan Pemberantasan Korupsi
Rabu, 18 Sep 2019  14:12   |   Dibaca: 1,560

Ketua Umum Aliansi Indonesia (AI) H. Djoni Lubis saat menerima kunjungan pengurus BPAN AI DPD Jawa Timur, Rabu (18/09/2019) menyatakan bahwa kegaduhan-kegaduhan yang terjadi secara beruntun belakangan ini termasuk revisi UU KPK bukanlah sebuah kebetulan, melainkan didesain.

Ketua Umum AI itu menyebut rentetan mulai dari kisruh rasisme dan Papua, polemik KPAI dengan PB Djarum, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sampai dengan revisi UU KPK sangat menyita energi dan perhatian anak bangsa, sehingga terjadi instabilitas serta tujuan utama dalam berbangsa dan bernegara menjadi kabur.

"Kita terlalu banyak disibukkan dengan berbagai macam kegaduhan. Itu sangat menyita energi, waktu dan pikiran. Akibatnya hal-hal yang lebih penting menjadi terabaikan," ujarnya.

Hal seperti itu, menurut H. Djoni Lubis, memiliki beberapa kemungkinan tujuan, untuk pengalihan isu atau bahkan untuk menciptakan instabilitas nasional, baik instabilitas politik, ekonomi maupun keamanan.

"Berbagai kegaduhan itu juga menimbulkan rasa saling curiga, saling tidak percaya satu sama lain. Pengurus Aliansi Indonesia harus cerdas dalam menyikapi fenomena seperti itu. Tidak boleh larut dalam arus kegaduhan, namun tetap selalu waspada mencermati, menyikapi dan mengawal," imbuhnya.

Ketua Umum AI juga mengajak kepada masyarakat agar tidak mudah termakan oleh kabar bohong (HOAX) maupun berbagai macam upaya adu domba. Indonesia adalah negara besar sehingga sangat banyak pihak yang memiliki kepentingan, baik pihak di dalam maupun di luar negeri.

"Itu yang harus diwaspadai. Banyak pihak yang tidak senang jika Indonesia ini stabil, aman, tenteram dan damai. Setiap pengurus AI harus selalu pasang mata dan pasang telinga, stop dan cegah berbagai macam potensi yang mengancam kepentingan bangsa dan negara di wilayah masing-masing," tegasnya.

Terkait polemik revisi UU KPK, Ketua Umum AI menegaskan agar tetap fokus pada tujuan pemberantasan korupsi.

"Mau diperdebatkan seperti apapun, jika sudah diketok palu pilihan kita hanya laksanakan, dan tugas Aliansi Indonesia sebagai lembaga representasi rakyat harus selalu mengawal pemberantasan korupsi di tanah air," kata dia.

Pro-kontra revisi UU menurutnya lebih karena ego dan kepentingan masing-masing pihak.

"Aliansi Indonesia ada di tengah-tengah. Sudahlah, kita mau ngapain dengan UU dan calon pimpinan KPK yang baru ini, mau terus berpolemik atau kita dorong menuju upaya pemberantasan korupsi yang lebih baik dan lebih efektif?" pungkasnya.

Berita Terkait
Populer
6
Sabtu, 21 Sep 2019  14:42