H. Djoni Lubis: Awasi dan Kawal Pilkada Serentak Tahun 2020 !!!

H. Djoni Lubis: Awasi dan Kawal Pilkada Serentak Tahun 2020 !!!
Selasa, 11 Ags 2020  16:18   |   Dibaca: 2,542

Pemilihan kepala daerah (pilkada) merupakan amanat reformasi untuk mendapatkan kepala daerah (gubernur, bupati/walikota) terbaik yang benar-benar menjadi representasi dari masyarakat setempat.

Sejumlah perangkat peraturan perundang-undangan (PUU) pun telah dibuat dan disahkan menjadi sebuah sistem agar pilkada dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan kepala daerah yang diharapkan.

Perangkat PUU tersebut di antaranya Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang, UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang, UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Perpu Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang.

Sistem Pemilu maupun Pilkada sudah cukup lengkap dan bagus dengan adanya KPU sebagai penyelenggara yang dibantu oleh PPK, PPS dan KKPS. Kemudian Badan Pengawas Pemilihan Umum (disingkat Bawaslu) yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lalu ada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang dibentuk untuk memeriksa pengaduan dan/atau laporan adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh anggota KPU.

Namun sistem tetaplah hanya sebuah sistem, pada akhirnya para pelaku dalam sistem itulah yang menentukan apakah pelaksanaan pilkada benar-benar berjalan sesuai sistem (the man behind machine), atau justru para pelaku mengakali sistem.

Pada kenyataannya pelaksanaan pilkada tidak pernah sepi dari masalah. Mulai dari penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), penetapan calon kepala daerah, maupun tahapan-tahapan lainnya dalam pelaksanaan pilkada.

Untuk itulah Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) H. Djoni Lubis memandang sangat mendesak peran serta masyarakat dalam ikut mengawal dan mengawasi tahapan-tahapan pelaksanaan pilkada.

“Di setiap lembaga negara maupun instansi selalu ada oknumnya, bahkan banyak. Sehingga masyarakat harus terus mengawasi untuk mempersempit ruang gerak oknum-oknum itu agar pilkada berjalan sesuai yang diharapkan,” ujar H. Djoni Lubis di kantor DPP LAI.

Ketua Umum LAI itu menekankan agar dalam pilkada serentak tahun 2020 pengawasan dan pengawalan harus terus dilakukan, khususnya oleh anggota dan pengurus LAI yang daerahnya melaksanakan pilkada.

Pilkada serentak tahun 2020 ini rencananya akan dilaksanakan di 270 daerah, dengan rinciannya adalah 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota, serta menelan anggaran 10 Trilyun Rupiah lebih.

Dengan anggaran sebesar itu, H. Djoni Lubis berharap pelanggaran-pelanggaran dalam pilkada dapat ditekan seminim mungkin.

Pelanggaran-pelanggaran yang umum terjadi itu menurut Ketua Umum LAI ialah politik uang, pemakaian fasilitas negara terutama oleh calon petahana, mobilisasi ASN, hingga curi start kampanye di tempat-tempat yang tidak semestinya seperti tempat ibadah, perkantoran pemerintahan, sekolah dan sebagainya.

Menurutnya banyak pelanggaran terjadi namun hanya mendapatkan sanksi seadanya. Hal tersebut sangat memprihatinkan.

Kepala daerah yang dihasilkan dari berbagai kecurangan dan pelanggaran tidak mungkin bisa diharapkan untuk benar-benar bekerja untuk kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

“Sekali lagi saya tegaskan, awasi pelaksanaan pilkada di tempat masing-masing. Jangan sampai terjadi pelanggaran-pelanggaran apalagi yang termasuk kategori berat menguap begitu saja,” pungkasnya.

Berita Terkait
Populer