Pengelola Galian C Tidak Menepati Janji, Petani di Desa Klebet, Tangerang, Kembali Demo

Pengelola Galian C Tidak Menepati Janji, Petani di Desa Klebet, Tangerang, Kembali Demo
Senin, 03 Ags 2020  15:31   |   Dibaca: 1,073

Para petani di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang kembali melakukan demo, Senin (03/08/2020), akibat pengelola galian C di desa tersebut tidak menepati janji.

Para petani melakukan aksnya dengan menutup badan jalan tanah di lokasi galian.

Sebelumnya demo yang sama dilakukan hari Minggu (27/07/2020). Setelah demo terjadi kesepakatan di antaranya pihak pengelola galian C akan membangun (spal) saluran air dan jalan pun rusak.

Namun setelah lewat waktu yang disepakati yaitu 7 (hari) janji tersebut hanya tinggal janji.

Para petani geram karena pembangunan SPAL baik dari APBD Kecamatan maupun ADD Desa rusak begitu saja yang diakibatkan lalu lalang truk-truk ukuran besar pembawa material tanah galian.

Kerusakan tersebut berdampak lahan pertanian menjadi kekurangan air karena saluran air tertutup dan rusak.

Perwakilan para petani, Pardi, menegaskan mereka akan terus melakukan aksi sampai janji-janji yang dituangkan dalam kesepakatan dipenuhi oleh pihak pengelola galian C di tempat itu.

Pardi juga mengeluhkan ketidaktegasan dari pemerintah baik tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten.

"Saya tidak habis pikir pembangunan ini dibangun dan memakai uang dari pemerintah, kenapa ada pembangunan rusak didiamkan saja. Setelah para petani atau masyarakat demo baru ada tanggapan," ujarnya.

Pardi menambahkan para pengelola menjanjikan akan membangun dan tanggungjawab.

"Namun kenyataannya semua itu bohong, janji palsu. Para petani sangat mengeluh yang seharusnya dari pihak desa maupun kecamatan harus tegas menyikapi kerusakan kerusakan pembangunan itu, jangan berdiam saja," imbuhnya geram. 

Menurut Pardi, ada beberapa anggota dewan DPRD Kabupaten Tangerang yang mengelola galihan tanah, yang seharusnya mengerti ke para petani.

"Di situlah kami para petani membuka dan mengeluhkan akibat galihan. Sangat disayangkan ada orang DPRD kabupaten yang mengelola galian tanah," pungkasnya.

Saat awak Media AI mencoba konfirmasi ke Camat Kemiri melalui pesan Whatspap, belum ada jawaban.

Berita Terkait
Populer