Ekonomi Kepri Tetap Aman, Walau Perusahaan Banyak Tutup

Ekonomi Kepri Tetap Aman, Walau Perusahaan Banyak Tutup
Minggu, 25 Ags 2019  16:47   |   Dibaca: 827

Silaturrahmi Pengurus Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAI BPAN) Provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) dengan plt Gubernur Kepri Isdianto membicarakan kondisi ekonomi masyarakat Kepri dan beberapa persoalan sosial yang terjadi di wilayah kepulauan. Ketua LAI BPAN Kepri Awaluddin menguraikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat pulau yang memiliki tanah yang kadang di klaim oleh pengusaha tanpa ada kepastian hukum, selain itu Ketua BPAN Kepri memaparkan kebijakan pemerintah yang kadang kurang mendukung kelancaran perizinan bagi pembisnis di Batam maupun Kepri.

”Izin Pak Gubernur, kami sudah beraudensi dengan Ketua DPRD Kepri dan Juga Ketua APINDO Kepri serta turun ke lapangan. Kami melihat masalah tanah masyarakat di pulau perlu ada kejelasan, serta perizinan di pemerintahan kepri atau Batam masih menjadi masalah bagi pengusaha,” ungkap Ketua BPAN Kepri Awaluddin.
Selain itu, Pengurus BPAN yang lain menyinggung persoalan ekonomi kepri yang stagnan dan banyak perusahaan yang tutup, serta persoalan pendidikan khusus ruang sekolah (lokal) yang terbatas untuk SMA dan SMK di Batam.

Gubernur Kepri menjawab bahwa persoalan ekonomi bukan hanya dialami oleh masyarakat kepri tapi hampir seluruh masyarakat Indonesia, kondidi ekonomi saat ini sedang lesuh, karena pengaruh ekonomi global.
”Sekarang kondisi ekonomi memang lagi turun bukan hanya di Kepri tapi seluruh Indonesia. Kita bersyukur ekonomi masyarakat Kepri masih lebih baik dibandingkan daerah lain,” ungkap Plt Gubernur Kepri, Isdianto di Gedung Graha Kepri, Batam Center, Kota Batam, Rabu 21 Agustus 2019.

Diketahui tahun 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi Kepri sempat turun sampai 1,2 persen dan sudah 100 lebih perusahaan berhenti beroperasi di Batam dalam kurang tiga tahun terakhir. Namun sekarang (tahun 2019) pertumbuhan ekonomi Kepri sudah mencapai 4,6 persen, walau ada beberapa perusahaan yang tutup tapi masih banyak juga perusahaan yang masih jalan.
”Kalau perusahaan merasa rugi dan menutup perusahaannya di Batam kita tidak bisa melarang. Walau itu akan menambah pengangguran di Kepri tapi kita harus optimis dan selalu berusaha agar investor tetap menjalankan usahanya di Kepri agar masyarakat Kepri bisa menikmati pekerjaan,” terang Mantan Kapala Dinas Pendapatan Daerah Kepri itu di depan pengurus BPAN Kepri.

Terkait persoalan lahan di pulau dan pengurusan perizinan, menurut Isdianto pemerintah tetap merujuk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan semua harus taat hukum karena segala pengurusan yang berkaitan dengan lahan atau perizinan di pemerintahan semua ada aturanya dan wajib kita taati. Dan untuk masalah pendidikan gubernur pengganti Nurdin Basirun itu ingin membangun SMA atau SMK di beberapa daerah yang penduduknya padat dan bulum ada SMA/SMK/MA negeri maupun swasta. Dan dia berharap masyarakat yang memiliki ekonomi di atas rata-rata, bisa menyekolahkan anak-anaknya di sekolah swasta yang memiliki kualitas yang sama dengan sekolah negeri agar perserta didik tidak hanya masuk sekolah negeri, sebab sekolah swasta juga butuh murid, maka pemerintah tetap menjalin kerjasama dengan sekolah swasta agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang sama baik di negeri maupun di sekolah swasta

Selain itu, Plt Gubernur kepri itu meminta kerjasama masyarakat termasuk LAI BPAN Kepri untuk membantu pemerintah menjalankan program dan kebijakan yang ada. ”Kami mengucapkan terima kasih kepada BPAN Kepri yang memberikan masukkan dan pandangannya terkait masalah di Kepri, semoga cepat kita selesaikan dan masyarakat bisa menikmati program yang dijalankan pemerintah,” tutupnya.

Berita Terkait
Populer