Desa Latdalam Bagian Dari Kunjungan Kerja Menteri PPPA RI

Desa Latdalam Bagian Dari Kunjungan Kerja Menteri PPPA RI
Jumat, 30 Ags 2019  00:33   |   Dibaca: 545

Saumlaki, Media AI KKT -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (PPPA) Prof, DR, Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA bersama rombongan pada hari ke tiga kunjungan kerja sempat mengunjungi Desa Latdalam, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, kamis ( 29/08) siang.

Desa Latdalam adalah desa yang berada di sebelah barat pulau Yamdena, berpenduduk tiga ribu lebih jiwa, dengan mata pencarian warga desanya adalah nelayan dan petani, serta mempunyai petuanan desa yang luas. Di sebelah timur berbatasan dengan desa Ilngei, sebelah utara dengan desa Makatian. Potensi sumber daya alam dan laut pun menjanjikan dan disertai tempat wisata yang indah yang dapat dinikmati oleh masyarakat seperti tempat permandian Air Weturlely yang alam disekitarnya terasa sejuk.

Ibu Menteri bersama rombongan serta tamu undangan lainya tiba di Desa Latdalam dengan menempuh hampir satu jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat. Setibanya ibu menteri dan rombongan di Desa Latdalam langsung menuju ke lokasi wisata permandian Air Weturlely. Beliau disambut dengan suasana bahagia oleh warga masyarakat dan Pemerintah Desa, warga yang menyambut hampir seluruh nya adalah kaum perempuan.

Perasaan haru bercampur bangga yang terlihat dari wajah para warga desa serta tamu undangan yang hadir disaat itu. Penyambutan yang menggembirakan juga terlihat dari siswa siswi Paud, TK, SD, SMP, SMU yang juga menghadiri acara penyambutan kunjungan Ibu Menteri PPPA Republik Indonesia dengan memakai bendera merah putih berukuran kecil. Ada rasa bangga yang dirasakan karena desa Latdalam dikunjungi oleh seorang Menteri, ini menjadi bagian dari sejarah kunjungan seorang pejabat negara.

Tempat wisata pemandian Air Weturlely yang mempunyai air yang jernih dan dingin ibarat cermin serta mempunyai hawa yang sejuk dikelilingi pohon pohon besar dan kecil yang rindang. Juga terdapat enam bangunan gaisebo tempat bersantai mengelilingi air weturlely membuat susana menjadi nyaman.

Warga desa Latdalam pada acara kunjungan kerja Ibu Menteri PPPA dan rombongan itu telah menyiapkan berbagai makanan tradisional hasil perkebunan mereka yang diolah dengan cara bakar batu atau dimasak dengan menggunakan uap dari batu
yang dibakar didalam sebuah kolam. Inilah salah satu cara masak tradisonal yang ada di pulau Tanimbar, sudah dilaksanakan sejak masa leluhur dan datuk - datuk semasa hidup.

Proses memasak dengan bakar batu yaitu tanah dengan ukuran yang diinginkan digali kemudian batu sungai dan kayu bakar diatur didalam lubang tersebut. Kayu dibakar bersama dengan batu didalamnya sampai batu - batu tersebut merah kehitaman, setelah itu lembaran daun pisang yang masih hijau diatur diatas batu - batu itu. Kemudian makanan tanah seperti singkong, Ubi jalar, pisang, keladi serta daging ayam dan yang lainnya diatur di atas daun pisang lalu makanan tadi ditutup rapat - rapat lagi dengan daun pisang dan terakhir ditutup dengan pasir atau tanah supaya uap panasnya tidak keluar. Makanan - makanan ini akan terpanggang dengan uap panas dari batu - batu tersebut kurang lebih beberapa jam. Setelah itu baru makanan tadi dapat disantap dengan kondisi yang kering dan gurih.

Ibu Menteri PPPA RI dan rombongan serta tamu undangan yang hadir bersama - sama dengan masyarakat desa Latdalam menyantap makanan bakar batu tadi. Dan disertai dengan susana yang sejuk walaupun cuaca di pulau Tanimbar saat ini panas terik. Semua makanan ini hasil olahan para ibu - ibu warga desa Latdalam. Setelah makan dan bersantai sejenak yang disertai suguhan lagu yang disuarakan oleh beberapa warga desa. Menteri PPPA bersama rombongan kembali ke kota Saumlaki untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. (IS)

Berita Terkait
Populer