Departemen Litbang Aliansi Indonesia

Departemen Litbang Aliansi Indonesia
Sabtu, 21 Sep 2019  14:42   |   Dibaca: 3,057

Ketua Umum Aliansi Indonesia (AI), H. Djoni Lubis. Kamis (19 September 2019) mengukuhkan pengurus baru Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Aliansi Indonesia.

Litbang bukanlah departemen baru dalam tubuh AI, hanya harus dibentuk kepengurusan baru agar bisa berjalan efektif untuk menunjang aktifitas lembaga agar semakin berkembang dan menyentuh ke seluruh lapisan masyarakat.

Wahyu Widodo ditunjuk oleh H. Djoni Lubis menjadi Ketua / Koordinator Nasional Litbang, sedangkan Achman Sugianto sebagai Sekretaris dan Abdul Razak menjadi Bendahara. Sementara Ribut, seorang pengusahan muda, diangkat menjadi Penasihat.

Kepada Media AI, Wahyu Widodo mengatakan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Litbang AI adalah untuk penelitian dan pengembangan lembaga, di samping tugas-tugas khusus yang diberikan langsung oleh Ketua Umum AI.

Keanggotaan Litbang AI terpusat hanya di DPP, namun akan ada personil yang ditugaskan atau ditempatkan di seluruh daerah di tanah air sesuai kebutuhan.

Seiring terbentuknya kepengurusan baru, logo departemen pun diperbaharui. Logo Litbang yang baru memiliki arti dan filosofi:

1. Lingkaran Rantai: Melambangkan Sila Kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab;

2. Berlambangkan Padi dan Kapas, Melambangkan Sila Ke lima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia;

3. 3 Bambu Kuning, Melambangkan Keteguhan dan Ketulusan serta sifat merakyat. Jumlahnya 3 sesuai dengan 3 pilar Aliansi Indonesia yaitu (1) Menyelamatkan Aset Negara, (2) Menegakkan Keadilan dan Kebenaran, (3) Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu Ketua Umum AI H. Djoni Lubis menegaskan diaktifkannya kembali Litbang AI dengan kepengurusan baru memang sangat diperlukan untuk menjawab berbagai kebutuhan dan perkembangan yang semakin dinamis di tengah-tengah masyarakat Indonesia, terutama tingginya antusiasme masyarakat yang ingin bergabung dengan Aliansi Indonesia.

Tugas dan fungsi Litbang AI, kata H. Djoni Lubis, tidak hanya terbatas untuk penelitian dan pengembangan, namun juga fungsi-fungsi lainnya sesuai kebutuhan masyarakat dan kebutuhan AI sendiri.

 

Berita Terkait
Populer
Video