Cerita `Mengerikan` Sri Mulyani, Jika Perang Dagang Berlanjut

Cerita `Mengerikan` Sri Mulyani, Jika Perang Dagang Berlanjut
Sabtu, 29 Jun 2019  13:46   |   Dibaca: 1,706

Negara-negara anggota G-20 saat ini tengah menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Osaka, Jepang untuk membahas permasalahan ekonomi global.

Salah satu yang menjadi topik pembahasan utama yakni friksi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pasalnya, jika kondisi ini terus berlanjut bisa membuat risiko ketidakpastian ekonomi global makin meningkat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam KTT G-20 Osaka pun membeberkan bagaimana risiko yang terjadi apabila perang dagang terus berlanjut.

"Christine Lagarde [Direktur Pelaksana IMF] mengatakan perang dagang akan membuat pertumbuhan ekonomi dunia menurun 0,5%. Dengan demikian, pertumbuhan 3,5% tahun depan yang bisa lebih baik jadi 3,6%, kalau perang dagang terus berlanjut, maka pertumbuhan hanya 3,1%," kata Sri Mulyani.

"0,5% dari GDP [produk domestik bruto] itu lebih besar dari satu ekonomi seperti Afrika Selatan. Jadi ini risiko yang sangat besar," jelasnya melalui unggahan video yang dirilis Biro Sekretariat Kepresidenan, seperti dikutip Sabtu (29/6/2019).

Dalam pertemuan antara negara-negara anggota G-20, menurut Sri Mulyani, masih ada jarak yang cukup signifikkan dari para pimpinan negara. Apalagi, Presiden Trump menginginkan adanya rantai perdagangan global yang fair.

"Digunakan kalimat predatory nation yang bisa dimanfaatkan perekonomian AS. Ini menggambarkan konsep presiden Trump masih ada yang dianggap melakukan praktik yang merugikan AS. Karena itu Presiden Trump ingin supaya semua bisa menghilangkan distorsi tersebut untuk menciptakan kesejahteraan bersama," jelasnya.

Sebagai informasi, pertemuan antara Trump dan Xi Jinping akan berlangsung tinggal hitungan menit. Kabar terakhir menyebutkan Jinping siap untuk mengajukan persyaratan perjanjian yang mengedepankan keseimbangan.

Berita Terkait
Populer
5
Kamis, 25 Jun 2020  13:27
7
Kamis, 25 Jun 2020  15:55