Caleg Dapil IV Pangkep, Sulawesi Selatan, ini Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis

Caleg Dapil IV Pangkep, Sulawesi Selatan, ini Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis
Selasa, 18 Des 2018  14:40   |   Dibaca: 1,935

Profesi jurnalis kembali tercederai dengan tudingan abal-abal kepada salah satu media cetak dan online bulanan di Sulsel.

Diketahui akun Facebook Batara Toja Puang Notta adalah milik Awaluddin yang juga Caleg Partai Demokrat Dapil IV Kabupaten Pangkep yang meliputi Kecamatan Liukang Kalmas dan Tanggayya, memposting status dengan memojokkan portal Simpulrakyat.co.id,. Dengan mengatakan media online abal-abal bahkan membandingkan dengan portal lain yang telah mempublish nama bersangkutan dengan kesan positif kemudian menilainya kredibel (").

"Dari Penggunaan kata dlm rilis beritanya, sdh nyata bhwa https://www.simpulrakyat.co.id adalah media ol abal"... Tujuannya memelintir berita untuk menjatuhkan, tpi justru respon masyrakat sangat positif.. Ingat, yg namanya mutiara meskipun ditempat yg jorok pasti cahayanya akan terpancar.. Masyrkt skrg sdh cerdas dan tdk bisa lgi di pattolo tolo, mreka sdh tau manah yg betul" bs mewakili mereka.. Stop berjanji saatnya rakyat yg menilai... https://www.simpulrakyat.co.id/2018/11/caleg-dprd-pangkep-ini-bilang-jika.html
Bandingkan dgn media yg betul" kredibel menyampaikan informasi.. https://nkriku.com/2018/11/20/caleg-dprd-pangkep-sorot-minimnya-fasilitas-di-kepulauan-pangkep/" ( postingan Facebook Batara Tojo Puang Notta ).

Muh. Bahar Razak, Pemilik Perusahaan yang menaungi Media Simpul Rakyat sangat menyayangkan hal ini terjadi yang dilakukan oleh calon wakil rakyat

"Kami sangat menyayangkan hal seperti ini bisa terjadi dan dilakukan oleh calon wakil rakyat, saya rasa apa yang dilakulan oleh saudara Awaluddin ini kurang tepat, kan ada cara lain yang lebih elegan dapat ditempuh jika merasa ada penulisan berita yang keliru tanpa memposting di sosial media (facebook), misalnya dengan menghubungi wartawan atau redaksi untuk melakukan klarifikasi atau hak jawab "

Lanjut Bahar, tapi nasi sudah jadi bubur apa boleh buat semua sudah terjadi, sekarang kami sementara melakukan koordinasi dengan teman-taman internal perusahaan dan teman media dan pakar hukum guna menyikapi permasalahan ini.

Diketahui Sumpulrakyat.co.id telah mengadukan persoalan ini ke Pengurus Join Sulsel.

Ketua JOIN Sulsel, Rifai Manangkasi menyesalkan sikap Caleg dimaksud yang tidak prosedural menyampaikan kekesalan terhadap media yang memberitan dirinya.

"Tempuh cara elegan menyikapi pemberitaan dengan prosedural," ujar Rifai, Senin (17/12/18).

Menurutnya, pemberitaan sudah dibaca dan tak ada pelanggaran etik. "Tidak perlu takut ancaman untuk dipersoalkan lewat jalur hukum," ujarnya.

Justru status bersangkutan diduga kuat telah melanggar UU No. 11 tahun 2008 dan direvisi menjadi UU No.19 Tahun 2016,

"Kita minta bersangkutan meminta maaf 7x24 jam dan tobat jika tidak akan diselesaikan lewat jalur hukum," ujar Rifai.
Kami tidak takut sama macan tidur apalagi macan ompong, tambah Rifai lagi menimpali status bersangkutan.

Ditempat Terpisah Wakil Ketua Umum DPP Lembaga Aliansi Indonesia yang juga Pemred Media Aliansi Indonesia Muhammad Safei, mengatakan apa yang disampaikan oleh Caleg tersebut melalui akun medsosnya merupakan bentuk penghakiman sepihak. Tidak sepantasnya seorang caleg yang akan mewakili rakyat di daerahnya melakukan hal yang tidak pantas.

"Dia kalau keberatan dengan sebuah berita bisa menggunakan hak jawabnya, bisa mengirim somasi, dan sebagainya. Dengan berbicara seperti itu di medsos, itu sudah merupakan pelecehan. Simpul Rakyat adalah partner Media Aliansi Indonesia di Sulsel, dan pengelolanya adalah anggota-anggota Aliansi Indonesia. Kami tentu tidak akan tinggal diam anggota kami saat menjalankan tugas jurnlistik dilecehkan," pungkasnya. (A.Imam.NS / rls)

Salam 2 Periode
Berita Terkait
Populer