Bunda Elen: Aliansi Indonesia Adalah Panggilan Jiwa

Bunda Elen: Aliansi Indonesia Adalah Panggilan Jiwa
Jumat, 20 Apr 2018  12:41   |   Dibaca: 5,682

Elen R, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bunda Elen sudah lebih dari tiga tahun bergabung dengan Lembaga Aliansi Indonesia (LAI). Saat pertama kali bergabung pada bulan Januari 2015, dia ditunjuk sebagai Pembina/Penasihat DPC Kota Makassar.

Seiring berjalannya waktu, serta dengan berbagai dinamika yang ada, keanggotaan Bunda Elen di LAI tercatat di Intelijen Investigasi LAI tingkat pusat.

"Di manapun, di bagian manapun, yang penting tetap Aliansi Indonesia," kata dia dalam telewicara dengan Media AI.

Menurutnya, Aliansi Indonesia sangat sulit untuk dipisahkan dari dirinya, karena sudah merupakan panggilan jiwa.

"Dari sekian pengalaman baik sebagai pribadi, maupun sebagai bagian dari komunitas atau organisasi, baru di Aliansi Indonesia lah saya menemukan apa yang memang sejalan dengan cita-cita saya, dengan jiwa saya," ujarnya.

Aliansi Indonesia, kata Bunda Elen, jika ditilik dari sejarahnya, dilihat dari prosesnya bagaimana lahir dan terbentuk, dengan struktrurnya yang sedemikian cepat berdiri di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Motto, Visi, Misi, Tujuan dan Panca Moral, serta dari legalitasnya, bukanlah lembaga sembarangan.

Dia juga menghimbau kepada anggota dan pengurus LAI di wilayah manapun dan dari unsur apapun baik itu BPAN, Garuda Sakti, Intelijen Investigasi LAI, Hanter, Basus D-88, untuk selalu berpedang teguh pada Motto, Visi, Misi dan Tujuan Lembaga Aliansi Indonesia, dan dalam melaksanakannya berpedoman kepada Panca Moral.

"Bahwa masih harus ada perbaikan di sana sini, masih terdapat ketidakcocokan di beberapa hal, itu hanya merupakan hal-hal teknis yang lumrah sebagai bagian dari lembaga yang terus berproses dan dinamis," jelasnya.

Karena itulah meski tidak menduduki jabatan struktural di LAI, namun Bunda Elen tetap mengotpimalkan fungsi kultural untuk terus berkiprah untuk pengembangan dan kemajuan LAI.

"Rumah saya selalu terbuka untuk seluruh anggota dan pengurus dari wilayah manapun, baik sekedar untuk silaturahmi maupun untuk konsultasi serta bertukarpikiran tentang berbagai masalah, khususnya yang terkait dengan LAI.

Bunda Elen juga masih selalu menjalin komunikasi dengan Ketua Umum LAI, H. Djoni Lubis, serta pengurus-pengurus di DPP LAI. Bahkan secara khusus diminta untuk menjadi penasihat Intelijen Investigasi LAI, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan. Media online yang didirikannya, yaitu Celebes-News juga menjadi mitra dari Media AI, bahkan dalam waktu dekat dia juga akan diangkat menjadi Penasihat Media AI khususnya untuk Sulsel.

"Di manapun, menduduki jabatan atau tidak, saya masih dan akan selalu menjadi bagian dari Lembaga Aliansi Indonesia, dan akan terus berbuat untuk Aliansi Indonesia. Kalau soal legalitas, saya pemegang KTA Intelijen Investigasi LAI yang sah dan masih aktif," pungkasnya. 

Berita Terkait
Populer