Bertemu Ma'ruf Amin, Djoni Lubis Lebih Banyak Membahas Masalah Bangsa dan Negara

Bertemu Ma'ruf Amin, Djoni Lubis Lebih Banyak Membahas Masalah Bangsa dan Negara
Sabtu, 16 Feb 2019  14:42   |   Dibaca: 3,505

Usai kunjungannya ke kediaman Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof. Dr. K. H. Ma`ruf Amin beberapa waktu lalu, Ketua Umum Aliansi Indonesia mengatakan, pertemuan lebih banyak membicarakan masalah bangsa dan negara secara umum.

"Pertama tentu silaturahmi antara Ketua Umum Aliansi Indonesia dengan Ketua Umum MUI, lalu membicarakan berbagai permasalahan bangsa dewasa ini serta tantangan ke depannya," ujarnya.

Tidak luput dari bahasan adalah meningkatnya suhu politik belakangan ini menjelang pileg dan pilpres, di mana terjadi polarisasi yang sangat tajam dalam masyarakat.

"Perbedaan pilihan politik itu sangat wajar, namun harus dijaga situasi tetap selalu kondusif. Setiap pilihan memiliki kepentingan, namun kepentingan bangsa dan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan pribadi dan kelompok," imbuhnya.

Salah satu yang membuat suhu politik meningkat sangat tinggi, menurut H. Djoni Lubis, adalah maraknya berita bohong (HOAX) dan ujaran kebencian.

"Di jaman teknologi informasi seperti sekarang ini, berita apapun sangat mudah dan cepat menyebar tanpa kendali, termasuk HOAX dan ujaran kebencian. Sehingga tiap diri kita harus pandai-pandai memfilter diri, agar tidak terlalu gampang meneruskan atau `share` berita-berita yang belum jelas kebenarannya," kata dia.

Tentang pertemuannya dengan Ma`ruf Amin yang dapat ditafsirkan oleh umum sebagai dukungan kepada pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin, Djoni Lubis mengatakan, Aliansi Indonesia sampai saat ini tetap tidak berpolitik.

"Saya dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Aliansi Indonesia tidak atau belum mengeluarkan instruksi apapun terkait pileg dan pilpres. Jadi secara kelembagaan Aliansi Indonesia tetap netral. Namun sebagai pribadi Djoni Lubis, tentu saya sah dan berhak menentukan pilihan saya," jelasnya.

Aliansi Indonesia itu gabungan dari berbagai elemen bangsa, termasuk dari berbagai parpol dan orientasi pilihan dalam pilpres. Sehingga secara kelembagaan Aliansi Indonesia tetap netral, sedangkan setiap individu di dalam Aliansi Indonesia berhak dan bebas menentukan pilihannya masing-masing sesuai hati nurani.

Namun meski bebas, H. Djoni Lubis menekankan agar setiap anggota Aliansi Indonesia menggunakan hak politiknya dengan baik dan bijak, tetap menjaga situasi selalu kondusif dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.

"Salah satunya dengan tidak menyebarkan HOAX dan ujaran kebencian," ujarnya.

Djoni Lubis juga mengingatkan Visi Aliansi Indonesia, yaitu mendukung pemerintahan yang sah. Siapapun presidennya wajib didukung.

"Apabila ada pihak-pihak yang merongrong kewibawaan pemerintah, termasuk melalui HOAX dan ujaran kebencian, maka Aliansi Indonesia akan berada di garda terdepan. Akan berhadapan dengan Aliansi Indonesia," tegasnya.

Selain membicarakan berbagai permasalahan, di kesempatan tersebut juga dibahas tindak lanjut program kerjasama CSR Pasific Group Korea dengan Aliansi Indonesia, di mana MUI memegang peranan penting dalam sertifikasi halal dan pentaskhihan konten yang merupakan bagian dari program kerjasama CSR tersebut.

Berita Terkait
Populer
7
10

Pidato `Visi Indonesia` Jokowi

Minggu, 14 Jul 2019  22:15