Angin Segar, Guru Kontrak Provinsi Maluku Dialihkan ke KKT

Angin Segar, Guru Kontrak Provinsi Maluku Dialihkan ke KKT
Rabu, 10 Jul 2019  14:23   |   Dibaca: 942

Saumlaki. LAI KKT. -- Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH. MH. Setibanya dari kunjungan kerja diluar daerah langsung melakukan pertemuan dengan seluruh guru kontrak provinsi Maluku yang sudah dialihkan ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Senin (8/06) sore. Walaupun saat itu Bupati dalam kondisi kurang sehat tetapi demi tugas dan tanggungjawab yang diemban harus melakukan pertemuan dengan para guru kontrak.

Dalam pertemuan tersebut Bupati didampingi Asisten Satu Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT). Ketika itu para guru kontrak merasa bingun dengan keadaan nasib mereka kedepan. Guru kontrak yang berjumlah 95 orang itu mengikuti rapat bersama pada pukul 16:30 WIT, bertempat diruang rapat Bupati, para guru kontrak berharap ada kepastian yang jelas terhadap nasib mereka.

"Sebelumnya saya (Bupati) meminta maaf kepada saudara - saudara, pasti semua bertanya tentang pengalihan dari provinsi ke daerah terkait dengan hal ini bukan karena ada unsur kesengajaan tidak suka atau suka, namun ini adalah murni proses pengalihan ini belum sampai dimeja saya berupa nama - nama lengkap, katakanlah daftar kolektif tentang pemberitahuan dari Provinsi Maluku, ya namun sampai detik sore ini belum ada secara lengkap," ungkap Bupati Petrus Fatlolon.

Oleh karena itu Bupati memerintahkan Dinas Pendidikan segera menyiapkan semua laporan untuk ditindaklanjuti oleh Bupati. Juga diingatkan jangan sampai ada pihak - pihak yang sengaja mempolitisisasi sebagai suatu kelemahan dari Pemerintah Daerah.

Bupati Petrus Fatlolon juga menyinggung, soal ada pihak tertentu yang tidak ingin melihat sedikit kemajuan dari Pemerintah Daerah tetapi mereka selalu melihat kelemahannya saja. Untuk itu perlu kami (Pemerintah Daerah) mengundang saudara - saudara disore hari ini supaya mendengar langsung penjelasannya. Bupati juga berkeinginan agar secepatnya hal ini diselesaikan, sehingga bapa ibu semua bisa dengan cepat menerima SK dan ditempatkan sesuai dengan kebutuhannya.

Pada kesempatan pertemuan tersebut Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon menanyakan kepada para guru kontrak terkait dengan usia mereka, ada yang usianya sudah mencapai 47 hingga 52 tahun. Sebagai seorang Bupati juga harus memikirkan tentang usia, karena menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) mempunyai batas usia yaitu 35 tahun. Sehingga diharapkan Kementrian yang membidangi ASN ini dapat mengakomodir para tenaga guru kontrak ini untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara.

"Sesungguhnya sebagai Bupati jika kewenangan ini ada pada saya sudah tentu bapak dan ibu harua diangkat menjadi ASN, dengan melihat dari lamanya masa pengabdian sebagai tenaga pendidik, namun untuk hal ini saya (Bupati) tidak punya kewenangan sedikitpun," kata Bupati Petrus Fatlolon, SH. MH.

Dalam pertemuan tersebut Bupati berharap para guru kontrak harus mengikuti kuliah untuk perbaikan masa depannya, karena jika berharap hanya dengan ijasah SMU sederajat akan mengalami kesulitan.

"Saya (Bupati) sangat terharu dengan keadaan bapak dan ibu namun sebatas ini yang dapat saya lakukan, selebihnya pemerintah pusat punya kewenangan, diharapkan juga Pemerintah Indonesia dapat melihat hal ini, untuk dapat diakomodir oleh pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi serta Pemerintah Daerah juga turut berusaha," jelas Bupati Petrus Fatlolon.

Bupati juga memerintahkan Dinas Pendidikan dan Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk segera mengusahakan hak - hak dari para guru kontrak.

"Hari ini saya (Bupati) dihadapan bapak dan ibu guru kontrak, Asisten Satu, Kadis Pendidikan dan Kadis Keuangan, segera memproses apa yang menjadi hak bapak ibu, jika ada masalah terkait hal tersebut segara langsung menghubungi saya (Bupati) untuk ditindaklanjuti," tegas Bupati Petrus Fatlolon, SH, MH.

Untuk mengambil nomor handphone Bupati guna membuat grup WA mereka sendiri. Dengan tujuan jika ada informasi dapat langsung diketahui oleh Bupati maupun para guru kontrak melalui grup WA.

Para guru kontrak dalam pertemuan itu merasa gembira dengan arahan yang disampaikan Bupati terkait kejelasan masa depan mereka yang sudah jelas diketahui dalam hasil rapat tersebut. Tak ketinggalan salah satu guru kontrak Ibu Ester Warditty dan Bapak Soi yang ditemui media LAI KKT, turut memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar Petrus Fatlolon, SH, MH, atas perhatian yang diberikan kepada mereka (Guru kontrak).

"Yang mana sudah tujuh bulan keadaan kami guru kontrak masih mengambang tetapi hari ini ada sesuatu yang luar biasa kami dapatkan dan telah jelas untuk kami para tenaga kontrak dan kami ucapkan banyak Terima kasih kepada Bapak Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Keuangan untuk memproses hak - hak para guru kontrak dan biarlah Tuhan selalu memberkati Bapak Bupati dalam memimpin Kabupaten tercinta bumi duan lolat ini menuju kearah yang lebih maju lagi," jelas Ibu Ester Warditty salah satu guru kontak mengakhiri wawancara liputan. (IS)

Berita Terkait
Populer
7
Kamis, 01 Ags 2019  03:10
9
Rabu, 31 Jul 2019  01:59