Aliansi Indonesia Minta Kepolisian Tindaklanjuti Kasus Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh Pusri Palembang

Aliansi Indonesia Minta Kepolisian Tindaklanjuti Kasus Dugaan Pencemaran Lingkungan oleh Pusri Palembang
Jumat, 25 Okt 2019  14:14   |   Dibaca: 7,959

Ketua Umum Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) H. Djoni Lubis meminta kepolisian, dalam hal ini Polda Sumatera Selatan dan Polrestabes Palembang menindaklanjuti kasus dugaan pencemaran lingkungan hidup di Desa Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumsel.

Pencemaran lingkungan tersebut diduga berasal dari limbah (B3) PT. Pupuk Sriwijaya Palembang (Pusri).

Surat resmi telah dikirimkan LAI ke Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang, dan telah diterima masing-masing pada tanggal yang sama, 14 Oktober 2019.

H. Djoni Lubis berharap laporan tersebut tidak mengendap agar tidak lagi terjadi kecerobohan yang sama di kemudian hari.

"Pencemaran lingkungan merupakan delik biasa, bukan delik aduan. Jadi Polda Sumsel atau Polrestabes Palembang tidak perlu menunggu ada pihak yang melaporkan untuk menindaklanjuti. Berdasarkan data yang kami sampaikan, itu sudah cukup untuk bertindak," ujarnya.

Dugaan pencemaran lingkungan itu berawal dari investigasi Media Aliansi Indonesia (Media AI)  langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan warga RT 25 RW 7, Kelurahan Sei Selayur.

Di lokasi selain menemui warga dan pengurus lingkungan setempat, Media AI juga mendokumentasikan tempat yang tercemar tersebut baik dengan foto maupun video.

Menurut keterangan warga, pencemaran lingkungan tersebut telah terjadi sekitar satu bulan, yang secara fisik indikasi itu terlihat dari tempat yang awalnya kering kemudian ada airnya yang berwarna hitam. Begitu juga dengan kolam yang semula airnya jernih berubah menjadi hitam pekat. Dampak lebih jauh dari dugaan pencemaran itu ialah ikan-ikan yang mati dan pohon pisang yang menjadi kering dan mati.

Berita Terkait
Populer
7
Jumat, 07 Ags 2020  14:29